6 Reaksi Seseorang Ketika Kehilangan Uang 100 Juta

oleh
6 Reaksi Seseorang Ketika Kehilangan Uang 100 Juta
Pixabay.com

JOGJA POST — Hidup memang begitu. Tidak selalu mendapatkan. Selalu ada lawannya; yakni kehilangan. Begitu pula sisi-sisi kehidupan lainnya, ada manis ada pahit, ada langit ada bumi dan lain sebagainya.

Mendapatkan akan memperoleh kebahagiaan, begitupun kehilangan tentunya akan merasa sedih. Jarang sekali seseorang yang mengaplikasikan sebaliknya.

Namun, hidup tetap harus diteruskan meskipun kita sedang kehilangan, terlebih kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam hidup kita.

Masih ingatkah dahulu ketika kita belum menganggap uang begitu penting dalam hidup kita. Kita masih dermawan, semua menuruti kata hati, semua makanan dibeli. Ya, barangkali kita masih  berstatus menerima beasiswa; dari orang tua hehe…

Makin ke sini ke sini, mungkin akan teringat berapa orang yang akan menanyakan apa pekerjaan, berapa gaji bahkan paling nyeseknya ada beberapa teman kita yang minta bantuan soal keuangan.

Ke sini ke sini lagi, lama-lama justru uang menjadi dominan. Mulai dari kerabat yang meminjam (gak dikembalikan2 haha), kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak; saudara sakit, kebutuhan hidup makan, membeli ini itu dan lain sebagainya.

Tak jarang pula cara-cara instan dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, hingga akhirnya sesuatu yang instan itu hanya membuat kita rugi dan semakin terpuruk. Entah ditipu atau hilang.

Reaksi Kehilangan Uang 100 Juta

Nah, kali ini penulis ingin menyampaikan sedikit uneg-uneg, jangan dianggap serius sebab tulisan ini hanya bertujuan untuk menghibur, sekaligus ajang saling mengingatkan; paling tidak jangan berbuat buruk.

6 reaksi yang sebenarnya bisa kita ambil contoh lain di lingkungan kita sehari-hari, namun kali ini penulis hanya akan memberi contoh 6 reaksi seseorang bila kehilangan uang 100 juta.

1. Lemes

Ini sering terjadi. Khususnya buat pemula hehe.. Bahkan nominalnya dibawah 100 juta, misal lupa naruh uang 10 ribu, bisa jadi kita lemes seminggu dan kepikiran hehe…

2. Marah

Ini agak ngeri. Sebab yang tidak salah bisa disalahkan. Yang menghilangkan bisa dituduh menghilangkan. Marah terkadang membawa seseorang kearah buntu; dalam artian perlu objek untuk dijadikan hadapan.

3. Sedih

Reaksi ketiga bisa sedih. Sedih wajar sebab uang memang menjadi kebutuhan. Apalagi yang sedang butuh banget, bisa berkali-kali lipat sedihnya.

4. Bunuh Diri

Wah ini jangan sampai dilakukan siapapun. But, mungkin ada yang melakukannya saking dia menganggap bahwa 100 juta itu banyak sekali. Apalagi bila 100 juta plus bunga plus plus yang lainnya.

Bunuh diri yang penulis pahami bukan hanya membunuh dirinya sendiri dengan cara yang tepat, namun terus berpikir buruk, pesimis dan terlalu tertekan itulah yang saya sebut sebagai bunuh diri secara perlahan. Sebab, dengana adanya sikap yang demikian, tak jarang orang yang kehilangan uang bisa sakit perlahan-lahan dan akhirnya passed away.

5. Biasa-biasa Saja

Reaksi keempat yang biasa dilakukan ketika seseorang kehilangan uang 100 juta adalah biasa-biasa saja. Kok bisa? Mungkin sudah terbiasa kehilangan. Atau memang dia berpikir uang masih bisa dicari lagi.

6. Malah Bersyukur

Bisa jadi dan barangkali ada orang yang kehilangan uang 100 juta malah bersyukur. Di zaman ini semua serba mungkin, orang yang kehilangan 100 juta malah bahagia dan bersyukur sebab dia yakin akan mendapatkan uang yang lebih besar lagi jika mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh.

Dari keenam reaksi di atas, sebenarnya bisa kita jadikan cermin kehidupan kita sehari-hari. Misalnya apabila buah hati kita yang sukanya mencoret-coret tembok tiba-tiba mencoret-coret mobil. Jangan salahkan anaknya, sebab pertanda anak Anda adalah anak yang hebat memilih mobil untuk dijadikan coretan.

Misalnya juga ketika Anda kehilangan kekasih Anda, jangan sampai masa depan Anda menjadi tidak menentu lantaran kekasih Anda. Terlebih bila Anda sampai bunuh diri, tentu bukan hal yang terpuji. Ambil sisi positifnya, ambil hikmahnya dan yakinlah bahwa semua itu melatih kedewasaan.

Begitu banyak di zaman ini orang yang mudah tersinggung dan ujung-ujungnya balas dendam dengan kekerasan. Yang menjadi mutiara adalah bahwa balas dendam sebenarnya tidak akan membawa solusi dan kepuasan jiwa. Memang, memilih ikhlas dan memaafkan awalnya terasa sesak, namun kenanglah bahwa sikap tersebut adalah sebaik-baik sikap.

Ikhlas memaafkan akan membawa pada kepuasan dan ketenangan hati. Dan disitulah seseorang dikatakan menang melawan godaan setan.

Punya Harapan Bisa Silaturahim ke Berbagai Penjuru Dunia

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta Zamhari

Gambar Gravatar
Punya Harapan Bisa Silaturahim ke Berbagai Penjuru Dunia Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *