Kelembutan dan Kejujuran adalah Magnet Terlekat Menjumput Hidayah

oleh
Kelembutan dan Kejujuran adalah Magnet Terlekat Menjumput Hidayah
Pixabay.com

JOGJAPOST

Dunia ini akan terasa luas jika orang-orang saling berkasih sayang

Sebaliknya, dunia ini akan terasa sempit bila orang-orang saling membenci

(Lirik Deen Assalam, Sulaiman Al Mughni)

Ada beberapa kisah yang membuat hati saya begitu bersemangat memperbaiki diri. Salah satunya, tatkala melihat saudara-saudara yang baru saja memeluk agam Islam (muallaf).

Airmata kebahagiaan begitu terpancar dari mereka sebab mengenal Islam. Agama yang akan mengenalkannya kepada kesempurnaan hidup, agama yang menjanjikan bagi para pemeluknya untuk senantiasa mempunyai jiwa yang tenang, tentram dan bahagia.

Bila diumpamakan, Islam adalah segala-galanya. Barangkali bila kita meminta nikmat lain, Islamlah cukup sebagai landasan. Dengan demikian, tak ada alasan lagi untuk berkeluh kesah, sedih, marah atau bad mood lainnya.

Magnet Hidayah

Seringkali saya menelusuri beberapa cerita dari orang-orang yang mendapat anugerah terbesar dalam hidup; memeluk agama Islam.

Terkadang, tanpa disadari airmata menetes membasahi pipi. Di usia yang semakin senja ini, rasanya belum mampu menemukan Islam yang luar biasa dari dalam diri sendiri. Malahan, inspirasi tersebut datang dari saudara seiman yang baru mengikrar dua kalimat syahadat. Masha Allah.

Dari beberapa kisah muallaf, penulis mengambil kesimpulan bahwa kelembutan seseorang dan kejujuran merupakan salah satu komponen sikap terpenting untuk menjemput hidayah.

Saya langsung kepikiran, bahwa mungkin ada benarnya sebab Rasulullah Saw sendiri diutus di muka bumi juga tidak luput dalam rangka menyempurnakan akhlak.

Dengan akhlak, semua akan menjadi cantik, tampan, indah, elegan tanpa mengenal waktu. Terbukti, meskipun orang yang berakhlak baik meninggal dunia, akhlak-akhlak baiknya akan selalu dikenang. Bahkan, kuburnya tak pernah sepi dari ziarah orang-orang yang mengambil inspirasi dari ketulusan akhlaknya.

Kelembutan adalah Kekuatan

Penulis tak pernah menemukan sebuah kekuatan yang besar selain kelembutan. Seseorang yang tertarik mempelajari Islam juga banyak yang bermula dari kejadian-kejadian perilaku manusia.

Tak sedikit pula orang yang menemukan Islam justru berawal dari seseorang yang mempunyai akhlak baik; meskipun hanya menyingkirkan batu di pinggir jalanan, membantu penyeberangan seorang nenek dan lain sebagainya.

Dengan adanya kesamaan nurani dan tujuan, seseorang akan nyaman dengan apa yang dilakukan dan diperjuangkannya. Identitas sebagai seorang Muslim pun menjadi pengikat yang paling kuat; saksikanlah bahwa aku adalah seorang Muslim.

Oleh sebab itu, kiranya akhlak adalah satu hal yang harus diperlukan untuk menarik hidayah. Akhlak juga sangat diperlukan bagi keterbukaan akan hadirnya ilmu-ilmu Allah.

 

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta Zamhari

Gambar Gravatar
  Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *