Nikmatnya Berbuka di Masjid Nabawi

oleh
Nikmatnya Berbuka di Masjid Nabawi
Pixabay.com

JOGJA POST – Masjid Nabawi adalah masjid yang terletak di kota Madinah, didirikan oleh Rasulullah dan merupakan masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam. Saat ini, Masjid Nabawi menjadi salah satu masjid terbesar di dunia.

Sebagai tempat paling suci kedua setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi tentu menjadi destinasi wisata rohani yang diimpikan oleh banyak umat muslim. Siapa yang tidak ingin berkunjung ke masjid yang sedari awal didirikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Seiring dengan kejayaan Islam dan pengaruh dari kemajuan penguasa-penguasa Islam, akhirnya kini masjid ini dibangun dengan sangat megah dan luas. Setiap hari umat muslim dari segala penjuru dunia datang berkunjung dan beribadah di masjid ini.

Salah satu yang palai ramai adalah saat bulan Ramadhan, banyak orang muslim yang menghabiskan waktu luangnya dengan berdiam diri di masjid, salah satunya adalah masjid Nabawi.

Budaya di masjid Nabawi kala ramadhan, orang-orang berlomba untuk memberikan makanan buka puasa kepada jamaah masjid. Betapa menyenangkannya melihat sesama umat muslim saling berbagi kepada yang lainnya tanpa memandang status ras dan negara.

Meskipun setiap orang diperbolehkan untuk menjadi dermawan yang menyumbangkan makanan berbuka, namun ada beberapa aturan yang harus dipatuhi. Misalnya, semua yang memiliki kuah dan nasi tidak boleh dibawa masuk ke dalam masjid.

Jangan khawatir jika Anda adalah seseorang yang harus makan nasi saat berbuka puasa atau butuh sesuatu yang berkuah untuk menuntaskan dahaga. Biasanya kebanyakan orang Indonesia dan Asia belum merasa kenyang jika belum menyantap nasi.

Anda bisa mencari menu buka puasa dengan berbagai varian menu di halaman Masjid Nabawi. Aneka menu yang tersaji di halaman Masjid Nabawi mulai dari makanan berat seperti nasi kebuli, daging dan aneka menu makanan ringan seperti yogurt, buah, juice dsb.

Sebenarnya, jika anda memutuskan untuk berbuka puasa di area Masjid Nabawi pun menu yang ditawarkan tidaklah buruk. Seperti misalnya, kurma, yogurt full cream, teh, jahe dan kacang-kacangan.

Sedikit mengesampingkan masalah menu, ada beberapa hal yang mungkin hanya bisa anda rasakan dengan berbuka puasa di masjid nabawi. Misalnya saja rasa kekeluargaan yang disajikan oleh seluruh umat muslim dari berbagai negara.

Selain itu anda juga bisa mendapatkan sensasi makan di resotoran lesehan terpanjang sepanjang sejarha hidup anda. Berhadap-hadapan dengan berbagai macam orang, saling berbagi makanan berbuka puasa.

Beberapa jamaah ada yang memang menyiapkan makanan berbuka mereka dari rumah dan membawanya ke masjid untuk dimakan berramai-ramai. Ada yang meletakkan bekal makanannya di pelataran masjid, ada juga yang membawanya masuk ke dalam masjid.

Menurut beberapa pengunjung yang diwawancari oleh ArabNews, mereka mengatakan bahwa lebih senang mengahbiskan waktunya di masjid daripada di hotel atau apartemen tempat mereka menginap.

Mereka sangat senang datang ke masjid untuk melaksanakan jamaah sholat lima waktu dan juga ibadah sholat sunnah tarawih selama bulan Ramadhan. Salah satu jamaah yang diwawancarai juga mengatakan, “kami ingin selalu dekat dengan Nabi.”

Masjid Nabawi berdiri di tanah yang dulunya merupakan kediaman Nabi setelah hijrah ke Madinah dan didirikan langsung oleh Nabi. Secara psikologis, ketika jamaah datang ke Masjid Nabawi mereka merasa dekat dengan Nabi, seolah sedang bertamu ke rumah beliau.

Tidak terbayangkan betapa indah dan nikmatnya jika kita berkunjung ke rumah Nabi, menemui beliau di ruang tamunya, minum air yang mengalir dalam rumahnya. Jika datang ke masjid peninggalan beliau saja sudah membahagiakan kita hingga tiada lagi terukir dengan kata, maka sangat beruntunglah kita jika kelak dapat bertemu Nabi di surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *