Penggemar Soekarno dari Benua Tetangga

oleh
Penggemar Soekarno dari Benua Tetangga
moslemtoday.com

Tahukah anda bahwa ternyata ada seseorang berkewarganegaraan Jerman yang menulis biografi Presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Insinyur Soekarno. Kehadiran Insyinyur Soekarno memang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, beliaulah sang Plokamator yang membebaskan Indonesia dari jajahan negara asing.

Sadar atau tidak ternyata ada warga negara asing yang sangat tertarik dengan peristiwa revolusi di Indonesia. Beliau adalah Bernhard seorang warga negara Jerman, putra seorang misionaris dan lahir di Sumatera Utara pada tahun 1906.

Bernhad kehilangan ibunya di usia 10 tahun, beliau kemudian tinggal bersama bibi ibunya di tanah Batak. Awalnya Bernhard mengenal Indonesia dari ibunya, setelah tinggal bersama bibi ibunya, Bernhard justru mendapatkan semakin banyak cerita mengenai Batak dan Indonesia.

Bahkan setelah perang dunia ke 2 berakhir, Bernhard masih terus mendengarkan berita mengenai Indonesia dan tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh lagi. “Berbeda dengan teman-teman sebaya di Jerman, saya sudah tahu dengan tepat, di bagian bumi mana negara baru itu terletak. Dan saya mengikuti dengan penuh perhatian peristiwa-peristiwa dalam revolusi Indonesia sampai akhir tahun 1949,” kata Bernhard dalam Amatan Para Ahli Jerman tentang Indonesia.

Pada tahun 1950 ketika Bernhard memasuki bangku perkuliahan, dia memutuskan masuk ke jurusan Kesusastraan Jerman dan Sejarah Modern di Universitas Marburg. Sebab saat itu belum ada jurusan mengenai Sejarah dan Politik Indonesia di Jerman.

Guru besar Sejarah Modern yang mengajar Bernhard mengetahui minatnya yang besar terhadap revolusi di Indonesia. Karena itu, Bernhard di minta untuk membuat skripsi mengenai ‘Arti Konferensi Bandung untuk sistem negara-negara maju di dunia’. Saat mengerjakan skripsi itulah Bernhard pertama kalinya membaca pidato Presiden Soekarno.

Dari pidato tersebutlah Bernhard tergugah keninginannya untuk mencari tahu lebih banyak mengenai Presiden Soekarno. Dalam proses pencarian tersebut, Bernhard mengalami kesulitan untuk mengetahui mengenai perjalanan hidup dan dan perkembangan pemikiran Soekarno. Oleh karena itu, dalam menyelesaikan skripsinya, Bernhard berniat menulis sendiri buku mengenai kisah hidup dan perkembangan pemikiran Presiden Soekarno.

Pada 1961, Bernhard sebagai pengantin muda meninggalkan istrinya untu pergi ke Belanda demi membaca naskah-naskah nasionalisme di Indonesia. Pada saat itulah Bernhard kemudian berhasil menerbitkan disertasi yang di terjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, disertasi Bernhard berjudul, Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan.

Menurut Ongokham dalam tulisannya yang berjudul ‘Sukarno:orang kiri, revolusi, dan G30S PKI’ mengatakan bahwa disertasi yang ditulis oleh Bernhard adalah tulisan pertama yang menganlisis secara lengkap mengenai Presiden Soekarno pada tahun 1945.

Menurut penuturan Ong, tesis Bernhard bercerita tentang sosok Soekarno yang sangat berakar dalam hal kebudayaan jawa dan ideologi anti-barat. Sementara menurtu Bernhard tesisnya merupakan karya mengenai bagaimana kebudayaan jawa mempengaruhi pola pemikiran Soekarno.

Namun, hal menarik lainnya adalah usaha berkesinambungan Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan dengan menjaga front persatuan supaya setiap kelompok tidak saling menjatuhkan. Soekarno menolak disebut sebagai seorang Marxisme, beliau lebih senang disebut sebagai sinkretis jawa.

Pendapat tersebut disampaikan secara pribadi oleh Presiden Soekarno ketika bertemu dengan Bernhard pada tahun 1966. Pertemuan tersebut berlangsung untuk meminta pendapat Soekarno mengenai buku biografi yang di tulis Bernhard.

Soekarno mengatakan setuju mengenai hal –  hal yang di tulis dalam biografi dirinya yang di tulis Bernhard. Hanya memang ada beberapa hal yang perlu di revisi, termasuk pendapat yang mengatakan bahwa Soekarno adalah seorang Marxisme.

Senang ya rasanya jika kita bisa bertemu dengan tokoh idola kita. Senang juga rasanya bisa mengetahui fakta unik mengenai Presiden pertama Indonesia Bapak Soekarno dan penggemarnya dari benua tetangga yang juga mengagumkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *