Apa Tujuan Awal Pembuatan Batik? Ini Filosofinya!

oleh

Apa Tujuan Awal Pembuatan Batik

Kita semua tahu bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia yang wajib untuk kita lestarikan. Motifnya bermacam – macam. Daerah penghasil batik di Indonesia juga banyak.

Namun, sudahkah Anda tahu, Apa tujuan awal pembuatan batik?

Kain batik memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sejak diresmikannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO, kini masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakannya. Bahkan, saat ini batik juga sudah menjadi trend fashion bagi masyarakat Indonesia.

Pada awalnya, batik memang hanya dibuat untuk para petinggi keraton dan kerajaan dan digunakan pada acara – acara tertentu yang sakral. Namun, seiring dengan berjalannya waktu batik mulai digunakan oleh banyak orang dari semua status sosial.

Ada lima hal yang perlu Anda tahu soal tujuan awal pembuatan batik. Berikut ini adalah pembahasannya.

  1. Sebagai Busana Kerajaan

Pada zaman dahulu, batik hanya digunakan oleh orang – orang yang ada kerajaan, sedangkan masyarakat biasa tidak memiliki hak untuk menggunakannya. Baju ini sering digunakan untuk menghadiri acara – acara kerajaan dengan maksud untuk menghormati para raja dan tamu.

Motif batik yang beragam dan kaya akan makna filosofi juga membuat orang pada zaman dahulu harus ekstra berhati – hati dalam menggunakannya untuk menghindari pelanggaran adat istiadat.

Selain itu, baju batik juga digunakan di lingkungan kerajaan pada saat acara pernikahan sebagai ciri khas adat pernikahan yang sakral. Pakaian yang digunakan untuk para wanita biasanya adalah berbentuk kemben, sedangkan untuk laki – laki, mereka hanya memakai bawahan saja dan tidak memakai baju.

  1. Sebagai Sarana Untuk Menyebarkan Islam

Menggunakan kain batik sebagai sarana untuk menyebarkan Islam terjadi pada saat Walisongo ingin menyebarkan agama Islam di Jawa.

Misalnya adalah Sunan Gunung Jati. Beliau adalah orang yang mengajarkan seni membatik kepada masyarakat Cirebon sembari menyebarkan agama Islam pada tahun 1448 – 1568. Seni batik yang beliau ajarkan kini dikenal dengan nama Batik Trusmi. Motifnya batik yang diajarkan adalah berupa interior Keraton Kanoman Cirebon, pesisiran dan Mega Mendung.

Lalu, ada juga Sunan Kalijaga yang terkenal sebagai Surjan Lurik. Surjan adalah pakaian adat jawa yang biasanya dipakai oleh laki – laki sedangkan lurik adalah motif garis – garis vertikal pada pakaian tersebut.

Orang – orang di Jawa biasa memadukan Surjan dengan bawahan jarik batik dan atasan menggunakan blangkon. Sunan Kalijaga juga menambahkan motif burung pada kain pada jarik batiknya.

Motif burung tersebut dinamai sebagai “kukila” yang berasal dari bahasa Arab yaitu rangkaian kata quu dan qilla yang artinya adalah peliharalah ucapanmu.

Dengan menggunakan batik sebara sarana penyebaran agama Islam, akhirnya Islam menjadi lebih mudah diterima masyarakat.

  1. Sebagai Cerminan Leluhur Bangsa Indonesia

Apa tujuan awal pembuatan batik yang ketiga? Tujuan awal pembuatan batik yang ke tiga adalah sebagai cerminan leluhur bangsa Indonesia di masa sekarang. Motif batik dan makna filosofinya yang beragam tersebut patut untuk dilestarikan dan diajarkan ke generasi berikutnya kalau itu adalah ciri khas negara Indonesia dan kita sebagai warga negara Indonesia patut untuk bangga.

Mengenakan batik pada acara – acara tertentu juga bisa menjadi cerminan leluhur bangsa, karena dengan begitu secara tidak langsung Anda juga telah mengajarkan kepada sesama untuk menghargai warisan budaya bangsa. Lalu ada juga Sunan Kelijaga dan anggota Walisonggo lainnya.

Untuk saat ini, pengenalan batik juga sudah sampai ke skala internasional berkat adanya beberapa pameran dan sosialisasi lewat media massa, yang mana membuat batik menjadi lebih dikenal di dunia internasional. Sekarang batik juga sudah diakui oleh UNESCO.

Peresmiannya dilakukan sejak 2 Oktober 2009 oleh UNESCO pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang warisan nonbendawi. Pada hari itu, batik secara resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi. Untuk mengenangnya, sekarang tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional.

  1. Sebagai Simbol Kehidupan

Seperti yang sudah kita ketahui. Indonesia memiliki daerah penghasil batik yang banyak. Selain itu, batik Indonesia juga memiliki motif yang beragam. Motif – motif tersebut memiliki makna simbolik untuk kehidupan sehari – hari umat manusia.

Berikut adalah beberapa motif batik yang melambangkan simbol kehidupan

  1. Motif Udan Riris

Udan riris memiliki arti ketabahan yang maknanya kita harus tabah dalam menjalani kehidupan walaupun sedang dilanda hujan dan panas.

  1. Motif Parangkusuma

Motif parangkusuma memiliki makna bahwa orang hidup harus dilandasi dengan perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin seperti bunga kusuma

  1. Motif Parikesit

Motif parikesit memiliki makna bahwa kita ingin mencari keutamaan haruslah dilandasi dengan usaha keras dan gesit.

  1. Motif Kawung

Motif kawung memiliki makna bahwa setiap keinginan yang dilandasi usaha keras akan membuahkan hasil.

  1. Motif Truntum

Motif Truntum memiliki makna kehidupan yang selalu tumbuh dan berkembang. Maksudnya adalah setiap ada keluarga baru, orang jawa selalu mendambakan untuk segera diberi momongan

  1. Membatik adalah Rutinitas Sehari – Hari Para Putri Raja

Apa tujuan awal pembuatan batik yang terakhir? Pada zaman dahulu, membatik merupakan rutinitas para putri raja yang dilakukan sehari – hari. Kesenian ini mengajarkan kepada para permaisuri dan ratu untuk saling menghargai satu sama lain. Kegiatan membatik dilakukan di lingkungan sekolah kerajaan dengan maksud untuk membuat kepribadian para putri raja menjadi lebih anggun.

Itulah lima alasan utama yang bisa menjawab masalah Apa Tujuan Awal Pembuatan Batik. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjawab pertanyaan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.