Bahasa Jawa Krama Alus dan Artinya

oleh -30.766 views
Bahasa Jawa Krama Alus dan Artinya
Pixabay.com

JOGJA POST – Bahasa jawa adalah bahasa yang dimiliki oleh salah satu suku di Indonesia yang jumlah penuturnya paling banyak. Karena itulah, banyak masyarakat Jawa tinggal dan menyebar di berbagai wilayah Indonesia.

Saking banyaknya penduduk jawa yang menetap dan berbaur dengan suku lain, tentu sedikit banyak berdampak pada percampuran bahasa. Akibatnya penduduk lain di suatu daerah bisa jadi tidak asing lagi dengan bahasa Jawa.

Bagi masyarakat di luar daerah Jawa yang ingin tinggal dan menetap tentu harus mulai mempersiapkan diri belajar bahasa penduduk setempat.

Mungkin bagi mereka yang belum paham, akan kesulitan dan bisa jadi semakin tidak paham karena bahasa jawa tidak sebatas bahasa jawa kasar tetapi juga bahasa jawa krama. Jadi, dengan mengenal sedikit dasar bahasa jawa, diharap Anda lebih mudah berkomunikasi atau bersosialisasi dengan lingkungan di kampong Jawa.

Sebagai orang awam, bahasa yang paling pas untuk Anda pelajari adalah dimulai dari belajar bahasa jawa Krama alus dan artinya. Mengapa halus belajar krama alus terlebih dahulu. Bagi masyarakat Jawa, tentu mereka telah mengetahui bagaimana orangtua mereka mengajarkan bahasa sejak kecil.

Ketika kecil, tentu bahasa yang diajarkan adalah bahasa Jawa krama sehingga anak-anak bisa belajar bagaimana menghargai orang yang lebih tua ataupun orang dewasa yang baru dikenalnya. Bahasa krama terdengar lebih sopan, halus dan bisa diterima. Jadi tidak ada salahnya jika kita mulai mempelajari bahasa jawa krama terlebih dahulu.

Bahasa Jawa Krama Alus dan Artinya

Perbedaan Ragam Bahasa Jawa Krama Lugu dan Alus:

Bahasa jawa memiliki 3 tingkatan dalam penggunaan yaitu Krama, Madya, Ngoko. Namun kali ini yang dibahas adalah bahasa Jawa Krama Alus dan Artinya. Bahasa Jawa Krama memiliki bentuk unggahan berinti leksikon krama. Afiks bahasa krama seperti dipun-, -ipun, atau -aken.

Ragam krama ini dipakai untuk mereka yang belum akrab dengan orang lain yang baru dikenal. Ragam Krama memiliki 3 variasi yaitu krama lugu, andhap dan alus. Sekarang perhatikan perbedaan antara Krama Lugu dengan Krama Alus ini.

1. Krama Lugu adalah ragam bahasa jawa yang semuanya berasal dari kosakatan krama. Cirinya yaitu pada awalan dan akhiran kosakata dikramakan misalnya kata “Aku” menjadi “Kulo” dan “Kowe” menjadi “Sampeyan”. Ragam ini digunakan seseorang saat berbicara kepada orang yang baru dikenal atau belum akrab.

2. Krama Alus adalah ragam bahasa yang keseluruhannya dibentuk dari kosakata Krama Inggil. Cirinya adalah kosakata yang dipakai berasal dari Krama dan Krama Inggil. Pada kosakatan awal dan akhir, selalu di-krama-kan. Misalnya kata “Aku” menjadi “Kulo, Kawula, atau Dalem”. Sementara kata “Kowe” menjadi “Panjenengan”. Ragam ini dipakai oleh bawahan kepada atasan, anak kepada orangtua atau orang muda kepada orang yang lebih tua.

Contoh kalimat Krama alus I:

“Panjenengan nembe rawuh mas?” yang artinya kamu baru datang mas?
Sekarang perhatikan kalimat ini baik-baik. Kata panjenengan merupan krama alus dari kata kamu atau kowe.

Contoh kalimat Krama alus II:

“Kula badhe nyuwun pirsa, dalemipun mas Budi punika?” yang artinya saya mau bertanya, rumahnya mas Budi dinama?

Perhatikan kalimat ini. Kata kula adalah khama alus dari kata aku. Bukan hanya itu, hampir keseluruhan dari kosakatan pada kalimat ini memakai bahasa krama dan krama inggil.

Contoh Bahasa Jawa Krama Alus Sehari-hari dan Artinya:

– Saya = kawula, contoh kalimat Kawula badhe tumbas gendis satunggal kilo, artinya saya mau beli gula satu kilo
– Kamu = panjenengan, contoh kalimat Panjenengan asma nipun sinten, artinya Kamu namanya siapa
– Dia = piyambakipun, contoh kalimat Piyambakipun sampun dating griyo kulo, artinya dia sudah tiba di rumah saya
– Kami = Kito, contoh kalimat Monggo kito sinau sareng-sareng, artinya mari kita belajar bersama-sama
– Ini = meniko, contoh kalimat Ten dalem meniko, artinya dirumah ini
– Itu = Niku, contoh kalimat Ten dalem niku, artinya dirumah itu
– Apa = menopo, contoh kalimat Rasukan menopo ingkang sampean angge, artinya baju apa yan kamu pakai
– Kapan = kapan, contoh kalimat Kapan panjengengan mlampah-mlampah, artinya kapan kamu jalan-jalan
– Dimana = wonten pundhi, contoh kalimat Wonten pundhi Jl. Sudirman niku, artinya dimana JL. Sudirman itu
– Yang mana = ingkang pundhi, contoh kalimat Ingkang pundhi asmonipun Angga, artinya yang mana namanya Angga
– Siapa = sinten, contoh kalimat Sinten asmo nipun panjenengan, artinya siapa namanya kamu
– Mengapa = kados punapa, contoh kalimat Punapa kita kedah sinau basa jawi, artinya mengapa kita harus belajar bahasa jawa
– Bagaimana = kados pundhi, contoh kalimat Kados pundhi panjenengan niki ndalu, artinya baimana (keadaan) kamu malam ini
– Orang = tiyang, contoh kalimat Sinten jenenge tiyang punika, artinya siapa namanya orang itu
– Bapak = Romo, contoh kalimat Romo tindak dhateng Jakarta dinten Rabu, artinya bapak pergi ke Jakarta hari Rabu
– Ibu = Ibu, contoh kalimat Ibu nembe siram, artinya ibu baru mandi
– Nama = Asmo, contoh kalimat Asmo kulo Yuli Hayuningtyas, artinya nama saya Yuli Hayuningtyas
– Kemarin = kolowingi, contoh kalimat Kolowingi kulo nembe dugi ten peken tumbas uwos, artinya kemaren saya baru datang ke pasar bel beras
– besok = Mbenjeng, contoh kalimat Mbenjeng Pak Andi mampir ten dhalem kulo, artinya besok pak Andi mampir ke rumah saya
– Hari ini = Sakmeniko, contoh kalimat Bapak ngantos sakmeniko tasih dereng sare, artinya Bapak sampai hari ini masih belum tidur
– Pagi = Enjing, contoh kalimat Sugeng enjing sedoyo, artinya selamat pagi semuanya
– Siang = Siang, contoh kalimat Sugeng siang sedoyo, artinya selamat siang semuanya
– Malam = Ndalu, contoh kalimat Sugeng ndalu sedoyo, artinya selamat malam semuanya
– Apa kabar = Pripun, contoh kalimat Pripun kabare panjenengan sedaya, artinya bagaimana kabarnya Anda semua
– Berapa = Pinten, contoh kalimat Pinten regane gendhin punika, artinya berapa harganya gula itu
– Silahkan = Monggo, contoh kalimat Monggo pinarak rumiyen, artinya mari (silahkan) mampir dulu
– Terimakasih = Matursuwun, contoh kalimat matursuwun kangge Agus sing sampun maringi kula arta satunggal atus, artinya terimakasi buat Agus yang telah memberikan saya uang tiga ratus
– Disini = Wonten mriki, contoh kalimat Monggo pinarak wonten mriki, artinya mari (mampir) di sini

Penyebutan Kosakata Bahasa Jawa Krama Angka

– Satu = setunggal
– Dua = Kalih
– Tiga = Tigo
– Empat = sekawan
– Lima = gangsal
– Enam = enem
– Tujuh = pitu
– Delapan = wolu
– Sembilan = Songo
– Sepuluh = sedoso
– Sebelas = sewelas
– Duabelas = kaleh welas
– Dua puluh satu = kalehdoso satunggal
– Dua puluh lima = selangkung
– Tiga puluh satu = tigangdoso satunggal
– Empat puluh satu = sekawandoso satunggal
– Lima puluh satu = gangsaldoso satunggal
– Seratus = setunggal atus
– Seribu = setunggal ewu

Demikian pembahasa tentang bahasa jawa krama alus dan artinya. Sekilas bahasa Jawa Krama Alus di atas ini sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan mungkin bisa membantu Anda yang ingin belajar bagaimana cara berbicara dengan cara halus dan sopan.

Bila Anda ingin lebih belajar bahasa Jawa yang lebih halus, Anda pun bisa belajar bahasa Jawa Krama Inggil. Bahasa yang paling tinggi tingkatannya di dalam kehidupan berkomunikasi masyarakat Jawa. Selamat belajar!

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta Jogja Post

Gambar Gravatar
Berita Jogja Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *