Perjalanan Malam ke Batu Caves dan Menara Kembar Petronas

oleh
Twin Towers Petronas Menara Kembar Petronas
Pixabay.com

JOGJA POST – Setelah kurang lebih 26 hari Tours di Sungai Petani Malaysia, akhirnya saya harus kembali ke Indonesia. Tak mudah melupakan kenangan-kenangan ketika berada di sana. Bersama my sister, my ponakan and my anti.

Pada tanggal 24, saya harus kembali, namun sebelum kembali harus mampir terlebih dahulu ke Batu Caves dan Petronas Twin Tower atau yang biasa disebut Menara Kembar Petronas.

Batu Caves

Di Samping Stasiun Batu Caves

Batu Caves Malaysia

Perjalanan cepat sebenarnya menggunakan kereta api, namun karena saya ingin menikmati perjalanan di bus, saya pun menggunakan bus untuk bisa sampai ke tempat yang saya inginkan.

Perjalanan pertama dari terminal Sungai Petani langsung ke Tasik Bandar Selatan. Perjalanan menggunakan bus kira-kira memakan waktu 6 jam. Setelah itu turun menggunakan kereta api langsung menuju Batu Caves. Tak memakan waktu lama, sekitar 1 jam sudah sampai. Oh ya, biaya dari TBS ke Batu Caves cukup hemat, kisaran 1 Ringgit Malaysia lebih 4 Sen.

Batu Caves di Malam Hari

Saya sampai di Batu Caves kira-kira pukul 20.00 malam waktu setempat. Memang sih tutupnya jam 21.00 sehingga saya hanya bisa berada di bawah saja. Meskipun begitu, tak mungkin pula saya naik tangga yang jumlahnya kurang lebih 300 dengan posisi yang lumayan curam. Selain lelah, juga satu jam lagi akan ditutup hehe…

Menara Kembar Petronas

KLCC Menara Kembar Petronas Malam Hari

Menara Kembar Petronas Malam Hari

Jam 12 ke atas, Lampu Menara Kembar Petronas Dipadamkan

Setelah puas berada di Batu Caves, saya pun langsung cus menuju Twin Tower Petronas atau yang disebut Menara Kembar Petronas. Sama, dengan kereta api, perjalanan kurang lebih 3 jam menuju ke Twin Tower. Entah sayanya yang keliru atau keretanya hehe…

KLCC Kuala Lumpur City Centre di Malam Hari

 

KLCC di Malam Hari

 

KLCC Kuala Lumpur City Centre

Pokoknya, kira-kira pukul 24.00 malam saya tiba di Kuala Lumpur City Center atau biasa disebut KLCC. Di sana tak seperti yang saya bayangkan, sudah sepi hehe…

Beruntung saya bertemu teman dari Syiria dan Iran yang juga sedang asyik berada di sana. Kami pun banyak bercakap tentang negara masing-masing.

Perjalanan melelahkan pun saya sudahi dengan menaiki Grab KLCC menuju KLIA. Waktu itu saya habis sekitar 70 Ringgit Malaysia; gpplah mengingat jaraknya juga terlalu jauh dan sudah sangat malam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.