Cara Mencuci Batik Agar Kain Awet dan Tahan Lama

oleh

Cara Mencuci Batik

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa kain batik itu memiliki keunikannya sendiri. Salah satunya melalui corak yang terlihat sangat menarik. Namun, di samping itu coraknya bisa pudar jika tidak tahu cara mencuci batik dengan benar. oleh karena itu, ketahui cara mencucinya supaya kainnya awet.

Mengapa Harus Merawat Baju Batik?

Walaupun terlihat seperti baju pada umumnya, akan tetapi baju batik itu memiliki kerentanan yang perlu Anda ketahui. Mengingat motif yang terdapat pada kainnya itu memang murni dibuat dengan tangan / kerajinan manusia. Jadi, sangat perlu berhati – hati dalam merawatnya, tidak sembarangan.

Jika sampai sembarangan dalam merawat baju batik, maka kainnya akan lebih cepat memudar dan tidak menarik lagi. Mungkin Anda terheran – heran dengan beberapa orang yang baju batiknya terlihat masih cerah, padahal sudah dikenakan sejak lama. Itu berarti orang tersebut tahu cara merawat batik.

Dengan mengetahui cara merawat batik dengan benar, maka baju batik Anda pun tidak akan mudah pudar. Justru warnanya akan tetap cerah seperti masih baru, itulah mengapa pentingnya merawat batik. Jangan sampai salah dalam pencucian, setrika dan penjemurannya, agar kainnya tahan lama.

Bagaimana Cara Mencuci Batik?

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa perawatan baju batik sangatlah penting. Itu karena kainnya sangat rentan dengan segala sesuatu. Rentan dengan sinar matahari sampai dengan bahan – bahan kimia. Jadi, harus telaten dalam merawatnya. Untuk itu, ikuti beberapa cara mencuci batik dikutip dari pabrik batik terkemuka Ghifari berikut ini.

Memisahkan Kain Batik dengan Lainnya

Salah satu cara mencuci baju batik dengan benar adalah memisahkan kain batik dari baju lainnya. Anda tidak boleh mencampurkan semua cucian menjadi satu wadah, apalagi terdapat kain batik di sana. Hal tersebut tentu akan sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan bajunya kelunturan.

Apalagi jenis batiknya batik tulis, tentu harus memisahkan kainnya dengan baju biasa lain. Pisahkan menjadi dua wadah, supaya tidak tercampur menjadi satu. Jika sampai tercampur menjadi 1, maka corak dari batiknya akan lebih cepat luntur dan justru akan merusak corak dasar dari kain tersebut.

Mencuci dengan Menggunakan Shampoo

Pernahkah Anda mendengar hal ini? Bahwa mencuci baju batik itu tidak boleh menggunakan detergen, karena dapat membuatnya cepat pudar. Oleh karena itu, gantilah sabun cuci baju tersebut dengan memakai shampoo saja. Bahan dasar shampoo terkenal sangat baik untuk kain batik.

Apalagi shampoo memang mampu menjadikan rambut terasa lebih lembut, sehingga jika mengaplikasikannya ke baju batik. Maka kelembutan tersebut juga akan Anda rasakan pada kain batiknya. Terlebih lagi bahan shampoo tidak akan membuat warna dari corak batik cepat pudar.

Menghindari Penggunaan Mesin Cuci

Selain itu, Anda tidak boleh menggunakan mesin cuci saat hendak mencuci baju batik. Terlebih lagi batik tulis, cukup mengucaknya secara perlahan saja / manual dengan memakai tangan. Mencuci kain batik dengan cara ini termasuk yang paling aman, apalagi tidak akan mudah merusak serat kain.

Perlu Anda ketahui, bahwa penggunaan mesin cuci ini justru akan cepat merusak serat kain. Apalagi dapat membuat pola coraknya menjadi cepat pudar dan juga kasar. Tentu hal ini masuk ke dalam tanda – tanda batik yang sudah tidak layak pakai. Tampilannya akan berubah seiring berjalannya waktu.

Tidak Boleh Menggunakan Pelembut Pakaian

Tidak menutup kemungkinan, bahwa masih banyak masyarakat yang mencuci pakaian dan berakhir menggunakan pelembut. Biasanya hal tersebut bertujuan agar baju mereka bisa terasa lebih lembut, wangi dan tidak mudah kusut. Namun, jangan pernah Anda terapkan pada baju batik secara umum.

Apalagi jenis batiknya model batik tuli, produk pelembut atau softener pada umumnya memiliki kandungan bahan yang justru membuat batik mudah rusak. Bahkan parahnya lagi akan membuat baju batiknya mudah sobek. Tentu sangat fatal jika menggunakannya dalam jangka panjang.

Mencuci dengan Menggunakan Air Hangat

Pada umumnya, penggunaan air hangat saat mencuci pakaian sudah bukan rahasia umum lagi. Itu karena pemakaianair hangat mampu membantu untuk mengangkat berbagai macam kotoran pada serat pakaian. Termasuk pada baju batik ini, Anda pun bisa menerapkan cara ini saat mencucinya.

Dengan menggunakan air hangat sebagai bahan dasar saat mencuci baju batik, menjadikan Anda tidak perlu berupaya keras saat mengucaknya. Apalagi ketika merendam batiknya dulu di ari hangat sebelum mencucinya. Noda membandel atau kotoran apa pun itu, dijamin akan mudah hilang.

Mencuci dengan Bahan Alami

Cara merawat baju batik dengan benar selanjutnya adalah dengan mencucinya menggunakan bahan alami. Hindarilah mencuci batik memakai penggunaan produk detergen pada umumnya, itu karena akan lebih merusak serat kain pada batik lama kelamaan. Mengingat adanya bahan kimia di dalam.

Lebih baik lagi jika saat mencuci batiknya, Anda menggunakan ekstrak dari biji buah lerak. Biasanya ekstrak tersebut banyak terjual dalam bentuk kemasan, sehingga sangat praktis saat menggunakannya untuk mencuci kain batik. Bahannya sebagai pengganti sabun yang cukup aman.

Tidak Memeras Kain

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan kata “peras” saat mencuci kain batik bukan? Hal tersebut memang sangat rentan terhadap baju batik, itu karena memeras baju sama dengan menjadikannya mudah terkena luntur.

Walaupun Anda telah memisahkannya dengan baju biasa lainnya. Akan tetapi memeras baju batik justru akan membuatnya cepat lusuh, apalagi kelunturan dengan warna bajunya sendiri. Jadi, lebih baik hindari cara ini. Cukup langsung gantung saat menjemur. Biarkan angin yang mengeringkannya.

Itulah beberapa penjelasan secara detail dan juga informatif, mengenai topik pembicaraan tentang cara mencuci batik denganbaik dan benar. Jika ingin baju batik tampak tahan lama dan terlihat cerah warnanya, ikuti cara mencuci seperti pembahasan di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.