Fungsi Survei Batimetri yang Utama

oleh -15 views

Fungsi Survei Batimetri

Masih banyak masyarakat Indonesia yang awam terhadap ilmu perairan salah satunya mengenai fungsi survey batimetri. Padahal pengamatan terhadap pasang surut air laut sekarang ini menjadi sangat penting mengingat semakin banyaknya bencana alam yang berpusat dari kedalaman laut.

Hal-hal yang Sibutuhkan untuk Survey Batimetri

Survey batimetri merupakan persiapan yang dilakukan untuk pengukuran pasang surut air laut. Kegiatan ini memiliki banyak tujuan yang bermanfaat untuk pengembangan penelitian. Hasil dari data-data tersebut bisa dijadikan informasi akurat mengenai detail keadaan laut tersebut.

Seperti halnya susunbentangalam.co.id yang melakukan beberapa persiapan di bawah ini:

1. Tim yang Sudah Berpengalaman

Survei batimetri tentu saja tidak bisa dilakukan sembarang orang tanpa pengalaman yang belum memadai. Setidaknya dalam satu tim Anda membutuhkan beberapa orang dengan spesifikasi di bidang Teknik Geodesi dan Geomatika.

Survei Batimetri biasanya dilakukan untuk media pembelajaran mahasiswa dengan berbagai teknik yang berbeda-beda. Calon siswa Surveyor akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan alat untuk cek kedalaman air laut.

2. Alat Ukur Kedalaman

Persiapkan pula alat-alat yang dibutuhkan untuk sarana survei. Biasanya para ahli menggunakan Kongsberg M3 tipe MBES sebagai alat ukur kedalaman dengan tipe Veripos. Saat ini, alat tersebut sudah banyak ditemukan di Indonesia.

Untuk melakukan Survei Anda bisa menggunakan beragam metode yang berbeda-beda, tergantung kondisi laut dan perairan. Namun sebelum itu pastikan cuaca sedang baik sehingga tidak mengharuskan Anda melakukannya sampai dua kali.

Langkah-langkah yang Dilakukan Dalam Survei

Saat ini Survei Batimetri banyak dicari oleh orang. Dengan melakukannya maka bisa diperoleh sebuah informasi mengenai kedalaman dasar perairan, serta kondisi topografi dasar perairan dan lokasi dari objek-objek yang dapat menimbulkan bahaya. Kegiatan ini bisa dilakukan di laut, sungai, danau, dan lainnya. Lantas apa saja langkah pelaksanaannya?

1. Penentuan Posisi

Langkah pertama adalah penentuan posisi dimana tim akan mengetahui posisi titik yang diketahui kedalamannya. GPS yang digunakan adalah alat yang membantu navigasi dengan kecepatan 3 dimensi. Lalu memberikan informasi mengenai waktu dan juga cuaca kepada banyak orang secara simultan.

Alat GPS yang digunakan saat ini dikelola langsung oleh badan satelit Amerika Serikat. Selain memberikan informasi-informasi diatas. bisa juga digunakan sebagai penentuan posisi titik-titik perum, navigasi kapal survey, dan semacamnya.

2. Pengukuran Kedalaman

Selanjutnya adalah pengukuran kedalaman sesuai dengan titik-titik yang telah dipilih sebagai sampel dari keseluruhan wilayah perairan yang sudah dipetakan. Sesudah itu tim akan mulai menentukan titik fiks perum.

Titik fiks perum inilah yang akan dijadikan pencatatan waktu yang hasilnya juga berguna sebagai koreksi pasut pada hasil pengukuran. Ada beberapa metode yang bisa dipakai seperti akustik atau mekanik. Tergantung kondisi permukaan air.

3. Pengamatan Pasut

Kemudian dilanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu pengamatan pasut. Langkah ini dilakukan untuk mengoreksi kembali hasil dari pengukuran kedalaman. Juga bisa untuk melakukan pencatatan atau merekam data ketinggian permukaan air.

Dibutuhkan rentang waktu yang cukup lama yaitu antara 15 sampai 30 hari untuk melakukan pengamatan pasut sesuai dengan standarnya. Selanjutnya adalah fungsi dari dilakukannya survei batimetri.

Apa saja Fungsi Survei Batimetri?

Seperti yang sudah diketahui Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas perairan sekitar 70% dari daratan. Dalam perairan terdapat istilah batimetri yang berfungsi untuk mempelajari kedalaman bawah air. Lalu apa saja manfaat yang bisa didapatkan?

1. Pembangunan di Pesisir

Dengan mengetahui bagaimana topografi bawah air dari suatu daerah pesisir, bisa disimpulkan apakah wilayah tersebut layak dijadikan sebagai tempat pembangunan untuk skala pariwisata, ataupun dijadikan pemukiman.

Hal ini tentu saja memberikan prospek lebih bagus sekaligus tantangan juga bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan daerah tersebut. Batimetri menjadi sangat penting ketika Anda hendak melakukan pembangunan hotel, jembatan, dan lainnya.

2. Pertahanan Militer

Survei Batimetri tidak hanya didasarkan untuk mengetahui kedalaman atau topografi dari sebuah perairan saja, melainkan juga bisa untuk karakteristik pasang surut yang akhirnya bermanfaat untuk navigasi, rekayasa pantai sampai pertahanan militer Indonesia.

Menariknya, ternyata selama ini metode survei ini sudah dipakai oleh TNI AL untuk memperkuat pertahanan wilayah kelautan Indonesia, menjaganya dengan menempatkan beberapa kapal di wilayah tertentu dan dikontrol lewat navigasi.

Metode-metode yang Digunakan untuk Survei

Dalam praktiknya, ada beberapa metode yang dilakukan untuk mendapatkan hasil survei lebih maksimal. Namun tentu terdapat kelemahan dan kelebihan dari beberapa metode yang Anda gunakan. Hal ini sepertihalnya ketika Anda memperhatikan jasa pemetaan, bedanya batimetri ini memang surveinya di laut. Lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

1. Metode Akustik

Memang, metode satu ini dugunakan untuk memaksimalkan proses deteksi beberapa target yang ada diperairan. Selain itu, juga untuk mendukung proses perambatan suaran, karakteristiknya, bahkan tidak lupa untuk memantau lingkungan sekitar.

Untuk alat yang digunakan yaitu echosounder yang memiliki 2 jenis (singlebeam dan multibeam). Sistem kerjanya yaitu membuat sebuah gelombang suara dan lapisan bawah untuk kemudian dipantulkan. Hebatnya lagi, alat tersebut dapat menjangkau semua kawasan yang cukup dalam.

2. Metode Manual atau Otomatis

Metode ini mungkin akan memakan waktu lebih lama, namun hasilnya akan lebih detail. Dengan cara manual atau otomatis pengamatan pasut biasanya akan memakan waktu 15 sampai 30 hari dari pengambilan sampel (interval waktu di lapangan maksimal 60 menit).

Untuk cara manual bisa menggunakan palem, tinggi muka permukaan air akan diamati secara manual oleh pencatat yang bertugas. Namun Anda juga bisa menggunakan pelampung sebagai alat bantu yang digantungkan pada kawat baja. Cara ini bisa membuat Anda tau perubahan tinggi muka laut yang terekam pada kertas yang telah disediakan.

Fungsi survey batimetri memang cukup banyak, tidak heran jika ketepatan dan keakuratannya tidak perlu dipertanyakan lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *