Gejala Covid-19 Varian Delta Ternyata Berbeda, Ini dia Gejalanya

oleh

Gejala Covid-19 Varian Delta

Gejala Covid-19 Varian Delta Memiliki Perbedaan dengan Varian Lainnya

Selama ini terdapat beberapa gejala Covid-19 yang sudah terpetakan sebelumnya, yaitu batuk, kehilangan penciuman-indera perasa, demam dan sesak nafas. Gejala ini memang berbeda-beda untuk setiap orang dikarenakan daya imun yang mempengaruhinya.

Untuk saat ini gejala-gejala tersebut bisa dikatakan cukup umum sebagai ukuran seseorang terinfeksi Covid-19. Terlepas apakah orang tersebut hanya mengidap salah satu diantaranya, hal tersebut juga tergantung varian genetiknya.

Namun, baru-baru ini data dari ZOE COVID di Inggris mengungkap bahwa ada perbedaan gejala Covid-19, utamanya pada varian Delta yang juga mendominasi disana. Hal ini menguatkan dugaan bahwa virus Covid-19 varian Delta memiliki mutasi yang tidak hanya lebih menular, namun juga berbeda.

Gejala Covid-19 Varian Delta

Mengutip data dari ZOE COVID, gejala Covid-19 varian Delta di Inggris memiliki sejumlah perbedaan dengan gejala awal pandemi. Ada lima gejala utama yang saat ini menjadi konsentrasi disana yaitu:

  1. Sakit kepala
  2. Sakit tenggorokan
  3. Hidung ingusan/meler
  4. Demam
  5. Batuk terus-menerus

Lara Herrero, Ketua Peneliti Virologi dan Penyakit Infeksi dari Universitas Griffith menyatakan bahwa gejala ini memiliki perbedaan dengan gejala awal pandemi. Pertama, gejala seperti demam dan batuk adalah gejala yang paling umum. Tetapi sakit kepala tadinya hanya terjadi pada beberapa orang saja. Ini adalah gejala yang paling signifikan dilaporkan sejauh ini yang membedakan dengan gejala paling sering sebelumnya.

Kedua, hidung ingusan atau meler seperti flu termasuk gejala yang jarang dilaporkan ketika awal pandemi Covid-19. Saat ini gejala ini termasuk yang sering dilaporkan, yang menandakan adanya perbedaan gejala Covid-19 pada varian Delta.

Ketiga, gejala seperti kehilangan indera penciuman (anosmia) maupun perasa (ageusia) justru saat ini lebih jarang dilaporkan dan menduduki peringkat kesembilan. Walaupun begitu gejala Covid-19 yang termasuk umum ini masih dirasakan beberapa orang, namun dengan intensitas yang lebih jarang.

“Saat demam dan batuk telah selalu menjadi gejala Covid-19, sakit kepala dan tenggorokan telah secara umum dirasakan beberapa orang, hidung ingusan/meler jarang dilaporkan di data awal. Sedangkan kehilangan penciuman yang mana gejalanya lebih umum, sekarang di peringkat sembilan.” Kata Lara Herrero pada tulisannya di The Conversation (2/7/21).

Hal ini tentu saja sangat berbeda jika dibandingkan dengan gejala awal Covid-19 yang dilaporkan sebelumnya. Meskipun bias akan gejala sangat dimungkinkan, namun gejala tersebut mewakili apa yang dirasakan para penyintas Covid-19 saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.