Laki-laki Cenderung Membuat Keputusan Lebih Ekstrem ketimbang Perempuan, Mengapa?

oleh

Membuat Keputusan

Membuat Keputusan (Gambar: Pixabay/Free-Photos)

Ada anggapan bahwa perempuan selalu menggunakan perasaannya ketika memutuskan sesuatu. Sementara laki-laki digambarkan cenderung hanya menggunakan logikanya saja tanpa hal-hal lain. Anggapan ini tidak semuanya memiliki nilai benar ataupun salah dan kenyataannya malah justru hanya membentuk stereotipe jika perempuan terlalu “perasa”.

Lalu, bagaimana dengan laki-laki? Anda lebih digambarkan sebagai pribadi yang lebih logis dan strategis ketika membuat keputusan. Namun, anggapan ini sebetulnya berangkat dari premis patriarkis, seolah laki-lakilah yang menentukan segalanya.

Profesor Stefan Volk, Profesor di sekolah bisnis Universitas Sydney menyatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu misteri besar. “Pertanyaan apakah laki-laki dan perempuan secara sistematis membuat perbedaan keputusan pilihan dan keputusan adalah salah satu pertanyaan fundamental (dan kontroversial) di dunia psikologi”, ujar Profesor Stefan Volk seperti yang dikuti dari Science Daily (1/6/21).

Kenyataannya laki-laki -meskipun logis dan strategis dalam membuat keputusan- justru memiliki pilihan yang lebih ekstrem daripada perempuan. Bahkan laki-laki lebih sering membuat keputusan antara “sangat” dan “paling” yang lebih banyak ketimbang perempuan.

Kesimpulan ini didapat dalam sebuah penelitian berjudul “Converging evidence for greater male variability in time, risk, and social preferences”. Penelitian ini ditulis oleh Assosiat Profesor Stefan Volk dari University of Sydney, Australia dan dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academic Sciences.

Mengapa Laki-laki Cenderung Membuat Keputusan Lebih Ekstrem ketimbang Perempuan?

Penelitian yang menjadi salah satu pertanyaan besar dalam dunia psikologi ini melibatkan 50.000 partisipan dari 97 sampel yang diteliti. Peneliti lalu membagi sampel tersebut dalam beberapa kategori untuk melihat sejauh mana perbedaan laki-laki dan perempuan dalam membuat keputusan.

Terdapat lima kategori yang telah dikelompokkan oleh tim peneliti. Kelima kategori tersebut adalah mengenai altruisme, kerjasama, kepercayaan, ketakutan dan perilaku terhadap waktu dan resiko dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Singkat cerita, peneliti menemukan bahwa laki-laki cenderung membuat keputusan yang lebih ekstrem baik ketika positif dan negatif. Bahkan laki-laki cenderung membuat pilihan yang ekstrem dari lima kategori tersebut. Contohnya adalah sangat mementingkan diri sendiri-sangat mementingkan orang lain, sangat percaya-sangat tidak percaya, sangat takut-sangat berani dan sebagainya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Profesor Stefan Volk memiliki dua alasan mengapa laki-laki cenderung membuat keputusan lebih ekstrem ketimbang perempuan.

Pertama, ia mendasarkan pada teori investasi orangtua dimana orang tua cenderung berinvestasi lebih sedikit pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan. “Teori evolusioner ini memperkirakan bahwa laki-laki harus memiliki perbedaan dari rata-rata orang untuk menonjol dan menarik di mata perempuan untuk bereproduksi, sedangkan perempuan mampu menarik pasangan seksual tanpa harus menyimpang dari rata-rata,” ujar Profesor Stefan Volk.

Sedangkan alasan kedua adalah mungkin terdapat norma dan harapan dari perilaku laki-laki yang dikonstruksi dan diperkuat secara sosial. “Alternatif teori ini mengusulkan bahwa konstruksi patriarki dalam masyarakat telah disusun untuk memaksa perempuan dan berkesempatan untuk memperlihatkan level yang sama dengan laki-laki.” Tambahnya.

 

Sumber: Science Daily

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.