Sama Seperti Sinovac, Vaksin Pfizer Juga Disinyalir Kurang Efektif Terhadap Varian Delta

oleh

Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer Juga Disinyalir Kurang Efektif Terhadap Varian Delta (Gambar: Pixabay/Mike_Ramirez_Mx)

Vaksin Sinovac akhir-akhir ini sering menjadi bahan perbincangan dikarenakan banyaknya tenaga kesehatan yang tetap tertular virus Covid-19. Sorotan terhadap vaksin buatan Tiongkok ini semakin tajam dikarenakan beberapa tenaga kesehatan yang berguguran meskipun sudah divaksin sebelumnya.

Belakangan terdapat beberapa epidemiolog yang mengusulkan vaksinasi ketiga dengan vaksin Sinovac ini dikarenakan efikasinya yang bisa saja sudah menurun. Efikasi yang menurun ini dikarenakan mutasi varian Delta yang lebih mudah menyebar dan menimbulkan gejala yang berbeda dari mutasi sebelumnya.

Namun, apakah vaksin Sinovac merupakan satu-satunya vaksin yang tidak efektif melawan varian Delta ini? Tidak juga, karena belakangan vaksin Pfizer juga dinilai kurang efektif melawan varian Delta berdasarkan penelitian di Israel.

Ada Apa dengan Vaksin Pfizer di Israel?

Mengutip dari halaman Times of Israel (5/6/21) bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah merilis data awal penggunaan vaksin Pfizer disana. Hasilnya keefektivitasan vaksin buatan Amerika Serikat tersebut terhadap gejala Covid-19 turun di angka 30 sampai 64%. Sebelumnya hasil pengujian menunjukkan bahwa vaksin Pfizer memiliki efikasi di angka 94.3% dalam melawan strain virus Covid-19.

Hasil ini didapat setelah terjadi peningkatan kasus akibat varian Delta yang menyebar dan mendominasi 90% kasus infeksi Covid-19 disana. Rata-rata pasien yang terinfeksi merupakan penerima vaksin Pfizer yang sudah mendapatkan dua dosis secara penuh.

Dr. Sharon Alroy-Preis, ketua pelayanan kesehatan publik di kementerian kesehatan Israel menyatakan akan mengevaluasi hasil tersebut beserta efek jangka panjangnya. “(kami) akan mengevaluasi efikasi vaksin dan tingkat dimana ia habis dari waktu ke waktu.” Ujarnya seperti dikutip oleh halaman Times of Israel (5/6/21.

Untuk diketahui bahwa kementerian kesehatan disana melaporkan pada senin (5/6/21) bahwa terdapat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 369 kasus. Sejauh ini Israel sudah melancarkan vaksinasi pada separuh penduduknya dan direncanakan vaksinasi akan selesai pada bulan September 2021. Total kasus aktif di negara itu sebanyak 2.766 kasus.

Lalu Apakah Kita Tetap Harus Divaksinasi Meski Efikasi Vaksin Menurun?

Namun bukan berarti vaksin Pfizer kurang efektif terhadap penurunan jumlah perawatan di rumah sakit. Vaksin Pfizer masih efektif untuk mengurangi hal tersebut secara signifikan sebesar 93% pada bulan Juni 2021 di negara tersebut. Artinya vaksin tetap bekerja meskipun efektivitasnya menurun seiring berjalannya waktu.

Sebelumnya Associated Press melaporkan bahwa adanya harapan bahwa vaksin Covid-19 telah bekerja untuk menurunkan tingkat keparahan kasus dan kematian. Kesimpulan ini didapat setelah mereka membandingkan data kematian dari CDC di AS.

Tingkat kematian di Amerika Serikat pada bulan Mei 2021 mencapai 18.000 kematian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 kematian diantaranya adalah orang yang sudah mendapatkan vaksin sebelumnya. Artinya kasus kematian meski sudah divaksin ada di angka 0.8% dari keseluruhan kasus kematian di bulan Mei. Hasil inilah yang membawa secercah harapan bahwa vaksin Covid-19 telah bekerja sejauh ini meskipun penyebaran virus Covid-19 masih dinilai tinggi.

 

Sumber: Times of Israel dan Associated Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.