Inilah sejarah balap sepeda di Indonesia

oleh -31 views

sejarah balap sepeda

Pernahkah Anda mengikuti balap sepeda? Balap sepeda adalah salah satu jenis olahraga yang semakin berkembang saat ini. Secara sederhana, balap sepeda adalah upaya untuk mencapai garis finish setelah menempuh jarak tertentu dengan menggunakan waktu sesingkat-singkatnya. Ternyata balap sepeda mempunyai sejarah yang panjang, baik di dunia ataupun sejarah balap sepeda di Indonesia.

Akan sangat menarik jika kita mengetahui bagaimana awal mula balap sepeda ini tercipta dan masuknya ke Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Sejarah Sepeda

Sejarah sepeda berawal pada tahun 1817, dimana bentuk sepeda pada zaman dahulu tidak seperti sepeda yang kini digunakan banyak orang. Pada awalnya sepeda memiliki roda depan lebih besar daripada roda belakang. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1885 seorang warga Inggris bernama J.K Starley membuat sepeda dengan menggunakan rantai dan gerigi.

Sejak penemuan dari Starley, penggunaan sepeda semakin banyak diminati masyarakat. Sepeda menjadi alat transportasi yang praktis dan hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar. Dari sanalah muncul berbagai jenis dan model sepeda yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dengan semakin berkembangnya sepeda, muncul ide untuk mengadakan kompetisi balap sepeda. Kala itu balap sepeda baru ada di beberapa negara seperti Inggris, Belanda, serta beberapa negara Eropa lainnya.

Sejarah Balap Sepeda di Indonesia

Pada zaman penjajahan belanda sekitar abad ke-19, ada beberapa kalangan yang sudah menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. Belanda saat itu mempuyai peran penting dalam penyebaran sepeda termasuk di Indonesia. Seiring waktu berjalan, pengguna sepeda juga semakin banyak. Banyak komunitas sepeda yang mulai terbentuk dan berkembang saat itu dan menjadi wadah para penyuka sepeda.

Dari komunitas tersebut ide balap sepeda tercetus dan akhirnya diadakan sebuah kompetisi balap sepeda. Pada waktu itu Kota Bandung dan Semarang menjadi trend center kegiatan ini karena memiliki banyak peminat dari lomba balap sepeda. Setelah masa kemerdekaan, kegiatan balap sepeda terus mengalami perkembangan. Sekitar tahun 1948, terbentuklah organisasi komunitas sepeda yang berasal dari Bandung dengan nama Super Jet, tak berselang lama, Super Jet mengubah namanya menjadi Sangkuriang. Dari Bandunglah kemudian menginspirasi kota Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta, dan berbagai kota lainnya untuk membentuk komunitas sepeda.

Bandung juga menjadi pelopor balap sepeda kelas internasional pertama di Asia. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya kegiatan Tour de Java yang diadakan pada tahun 1958. Rute yang digunakan pada event ini melalui Bandung dan dilanjutkan ke Surabaya hingga akhirnya finish kembali di kota Bandung. Jarak yang ditempuh pada kegiatan Tour de Java mencapai 2000 km. Dari kegiatan ini muncullah berbagai event yang diadakan secara nasional maupun internasional.

Taktik saat Mengikuti Balap Sepeda

Setelah mengetahui sejarah balap sepeda di Indonesia, kini kami akan membagikan beberapa taktik yang bisa digunakan ketika mengikuti lomba balap sepeda, berikut diantaranya:

1. Kecepatan

Kecepatan menjadi salah satu faktor penentu untuk memenangkan pertandingan balap sepeda. Seorang atlet sepeda harus mampu mengendalikan sepeda dengan kecepatan tinggi dan menjaga pada kecepatan tertentu untuk memenangkan pertandingan balap sepeda.

2. Menguasai Medan

Sebelum memulai balap sepeda, seorang atlet harus lebih dahulu menguasai medan yang akan dilalui. Hal ini sangat penting untuk bisa mengatur strategi dan juga mengatur kecepatan ketika melaui medan tertentu. Selain mengerti medan, pembalap sepeda juga perlu memperhatikan arah angin agar sistem aerodinamis bekerja secara maksimal.

Itulah sejarah balap sepeda di Indonesia yang perlu diketahui. Jika Anda berminat mengikuti balap sepeda, gunakan perlengkapan sepeda seperti helm, sepatu, dan jersey yang sudah dirancang untuk bersepeda. Anda bisa bikin jersey sepeda custom agar semakin nyaman dan aman ketika bersepeda.

Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta Jogja Post

Gambar Gravatar
Berita Jogja Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *