Asosiasi Blockchain Indonesia: Sejarah, Visi dan Keanggotaan

by -1015 Views

Asosiasi Blockchain Indonesia

Maraknya investasi digital di kalangan para pemuda menjadi salah satu pembentukan Asosiasi Blockchain Indonesia atau ABI. Blockchain sendiri adalah suatu sistem yang mempunyai teknologi canggih untuk mengelola data digital dengan sistem desentralisasi.

Sistem ini yang memungkinkan transaksi tercatat dan tersimpan secara lebih efisien dengan tingkat transparansi tinggi. Berkat kelebihan itulah yang membuat blockchain dipercaya untuk mengelola investasi digital, seperti cryptocurrency.

Sejarah Pembentukan Asosiasi Blockchain Indonesia

Sejarah mencatat, bahwa asosiasi blockchain ini terbentuk tanggal 18 Januari pada 2018 silam. Seperti ulasan di atas, faktor yang melatarbelakanginya adalah kemajuan dalam investasi digital. Siap tidak siap, pegiat bisnis Indonesia memang sudah mulai merambah dunia tersebut.

Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan sebuah wadah yang mampu menaungi para investor. Sejak saat itu, ABI resmi menjadi anggota baru dari Kadin atau Kamar Dagang dan Industri.

Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa Kadin merupakan organisasi yang menaungi dunia usaha di negara ini. Hal tersebut seolah menyiratkan, jika ABI juga bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan perekonomian negara.

Kondisi tersebut selaras dengan pernyataan dari Ketua Umum ABI pada waktu itu, Oscar Darmawan yang mengatakan,

“Kami ingin menjadi mitra pemerintah maupun swasta, agar teknologi ini bisa berkembang maksimal di Indonesia. Karena kami percaya teknologi blockchain bisa menyetarakan Indonesia dengan negara-negara maju lainnya.”

Visi

Keberadaan ABI bertujuan untuk menggerakkan serta mengorganisir para pegiat blockchain demi membentuk lingkungan bisnis yang berkualitas tinggi. Dengan demikian, para pegiat dapat mempunyai daya saing, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Pasalnya, mereka sudah mempunyai pemahaman serta mampu memanfaatkan kemajuan sebagai jawaban atas tantangan revolusi industri 4.0. Di masa depan, dunia blockchain akan semakin maju dan berkembang, sehingga pemuda Indonesia perlu bersiap.

Misi

Seperti ulasan di atas, bahwa pembentukan ABI bertujuan untuk membantu pemerintah dalam teknologi blockchain. Oleh karena itu, Asosiasi Blockchain mempunyai misi yang sangat mulia, yakni:

1.      Edukasi

Meski sudah berkembang begitu pesat, faktanya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui maupun memercayai investasi digital. Terutama dari kalangan lanjut usia yang sudah terbiasa dengan investasi fisik, seperti tanah, properti, atau uang.

Di sini, ABI mengambil peran untuk melakukan edukasi serta sosialisasi tentang dunia blockchain, termasuk cryptocurrency. Dengan begitu, masyarakat dapat mulai memberdayakan aset pada instrumen aplikasi yang lainnya.

2.      Asosiasi Blockchain Indonesia Berkolaborasi

Untuk mencapai visi, ABI berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dan membentuk jejaring yang kuat. Sebab, kelancaran blockchain tidak tergantung pada satu atau dua pihak saja, tetapi melibatkan banyak aspek.

3.      Advokasi

ABI mengambil peran untuk mengkaji dan merumuskan advokasi kebijakan, baik dalam lembaga pemerintahan maupun non-pemerintah. Adapun tujuannya ialah menciptakan sistem regulasi yang mendukung tumbuh kembang blockchain di Indonesia.

Keanggotaan

Pada awal pendiriannya, asosiasi ini merupakan gagasan dari enam perusahaan blockchain lokal terbesar di Indonesia yang terdiri dari:

  • Blockchain Zoo
  • Blocktech Indonesia
  • Indodax
  • Indonesian Blockchain Network atau IBN
  • Luno
  • Pundi X

Namun kini, jumlah keanggotaan ABI sudah mencapai 50 perusahaan blockchain yang tersebar di berbagai wilayah. Menurut informasi dari laman resminya, ABI juga berhasil menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan dan instansi.

Kerjasama tersebut semakin meluaskan ruang lingkup ABI hingga ke berbagai bidang, di antaranya Exchange, Consulting, Infrastructure, NFT, Funds, dan lain-lain. Wajar, jika asosiasi ini mencapai hasil yang positif dari tahun ke tahun.

Cara Daftar Sebagai Anggota

Tak lantas berpuas hati, hingga kini ABI masih membuka kesempatan kepada siapa saja untuk bergabung menjadi anggotanya. Cukup ikuti langkah demi langkah berikut untuk mendaftar sebagai anggota Asosiasi Blockchain khusus di Indonesia:

  • Pertama-tama, silakan langsung menuju ke laman https://asosiasiblockchain.co.id/
  • Tekan navigasi menu yang terdapat pada garis tiga di bagian sudut kanan atas, klik bagian “Join US”
  • Pilih kategori, Local Company untuk perusahaan lokal dan Overseas Company untuk perusahaan di luar negeri
  • Isi setiap kolom dengan data yang lengkap dan benar, baik di bagian Nama Pribadi, Nama Perusahaan, hingga alamat email
  • Setelah memastikan semua benar, tekan pada opsi “Join”
  • Tunggu sampai pihak ABI menghubungi melalui email, berikut dengan lampiran syarat-syarat yang harus dilengkapi, seperti:
  • KTP owner perusahaan
  • NPWP owner
  • Akta Pendirian Usaha
  • SIUP
  • NPWP milik perusahaan
  • Setelah melengkapi persyaratan tersebut, kirim kembali ke tim untuk proses peninjauan dan verifikasi. Tunggu kabar selanjutnya, apakah pendaftaran tersebut berhasil atau tidak melalui email

Prinsip Implementasi Teknologi Blockchain

Perlu diketahui, bahwa pemanfaatan teknologi blockchain tidak terbatas pada investasi kripto saja, tetapi sudah merambah ke berbagai bidang. Namun saat penerapan teknologi blockchain tidaklah sembarangan, melainkan harus memenuhi prinsip-prinsip berikut:

1.      Interoperabilitas

Aspek ini mengacu pada kemampuan teknologi untuk bekerja secara terpadu, sehingga setiap input saling berkaitan. Tujuannya, agar pencatatan dan pendistribusian transaksi dapat menjangkau berbagai sistem di dalam blockchain.

2.      Tata Kelola

Pemanfaatan teknologi blockchain harus memiliki tata kelola yang memadai, agar mampu memberikan perlindungan, kedaulatan, dan portabilitas data. Dengan begitu, kinerja pengguna menjadi lebih praktis dan efisien.

3.      Keamanan

Faktor keamanan menjadi hal yang sangat penting dalam penyimpanan dan pengelolaan data digital, karena peretasan dapat terjadi kapan saja. Beruntung, blockchain memiliki standar keamanan yang tinggi, sehingga data terjaga dengan baik.

4.      Smart Contract Audit

Smart contract merujuk pada sebuah sistem yang mampu mengaudit data dan transaksi secara mandiri. Dengan smart contract, pengguna tidak memerlukan pihak ketiga lagi, karena memperoleh kendali penuh atas kontraknya.

Selain lebih hemat biaya dan efisien, penggunaan smart contract audit juga dapat meningkatkan keamanan data, sehingga mampu menjaga kepercayaan rekan bisnis. Sangat menguntungkan, bukan?

Oleh karena itu, tidak ada ruginya bergabung dengan Asosiasi Blockchain Indonesia atau ABI. Ada banyak pembelajaran yang dapat diperoleh dari sini, terutama pemahaman mengenai blockchain dan segala hal yang terkait dengannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *