Bangun Lebih Awal di Pagi Hari Dapat Mengurangi Depresi

oleh

Bangun Lebih Awal di Pagi Hari Dapat Mengurangi Depresi

Bangun Lebih Awal di Pagi Hari Ternyata Bermanfaat (Gambar: Pixabay/SarahRichterArt)

Jika anda sering bangun lebih awal di pagi hari, subuh atau sejam sebelum matahari terbit, anda harusnya senang mendengar penelitian ini. Baru-baru ini peneliti di Universitas Harvard dan Universitas Colorado, Boulder menemukan hal menarik berkaitan dengan bangun pagi lebih awal.

Mereka menemukan bahwa orang yang bangun tidur satu jam lebih awal, maka dapat mengurangi depresi sampai 23%. Bahkan pada orang yang tidur dengan durasi yang normal dan bangun sejam lebih awal, bisa mengurangi depresi sampai dengan 40%.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil dari penelitian berjudul “Genetically Proxied Diurnal Preference, Sleep Timing, and Risk of Major Depressive Disorder.” Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal JAMA Psychiatry, seperti yang dikutip dari Science Daily (28/6/21).

Namun, bagaimana bangun lebih awal dapat mengurangi tingkat depresi secara signifikan?

Jawabannya adalah adanya materi genetik di tubuh kita bernama “gen jam” PER2, yang diketahui mempengaruhi jam tidur kita sehari-hari. Selain itu ada sekitar 340 gen yang mempengaruhi waktu tidur tubuh kita sekitar 12-24%.

Ada sekitar 850.000 responden yang dilibatkan dalam penelitian ini dan datanya diambil berdasarkan materi genetik. Data tersebut termasuk 85.000 data mengenai kebiasaan tidur selama 7 hari berturut-turut yang didapatkan dari alat pelacak tidur. Tambahan data lainnya adalah 250.000 data mengenai preferensi tidur melalui kuesioner survey. Data genetis tersebut diambil dari proyek yang dilakukan perusahaan genetik seperti 23 and Me dan UK Biobank.

Walhasil data tersebut didapatkanlah beberapa gambaran seperti kapan mereka tidur dan bangun serta varian genetik apa saja yang mempengaruhi.

Data tersebut dieksplorasi dan diketahui sebanyak sepertiga dari jumlah responden terbangun pada jam 3 pagi. Alasan mengapa mereka bangun pada jam tersebut lebih dikarenakan gangguan kecil seperti suara burung hantu atau sudah tidur di siang hari. Hal ini mengindikasikan bahwa sepertiga responden tidur dari jam 11 malam dan bangun pada jam 6 pagi.

Korelasi Durasi Tidur dan Depresi adalah Kunci

Lalu dari situlah peneliti menemukan bahwa orang yang bangun tidur dengan durasi minimal 7 jam dan bangun lebih awal mengurangi depresi sampai 23%. Sedangkan bagi orang yang tidur secara normal (jam 11 malam sampai 6 pagi), maka dapat mengurangi depresi sampai dengan 40%.

Beberapa riset sebelumnya menjelaskan bahwa jika seseorang terkena paparan sinar matahari di siang hari, maka hal tersebut dapat berdampak hormonal. Hasilnya adalah hal tersebut dapat mempengaruhi suasana hati.

“Kita hidup dimana dalam masyarakat yang dirancang untuk orang yang bangun pagi dan orang malam sering merasa seolah-olah mereka selalu ada dalam waktu sosial yang tidak selaras,” kata Iyas Daghlas, M.D. yang memimpin penelitian ini.

“Tapi penelitian ini jelas menggeser bobot bukti ke arah mendukung kausal waktu tidur dan depresi”, ujarnya seperti dikutip oleh Science Daily (28/6/21).

Sumber: Science Daily

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.