Infeksi Ringan Covid-19 Bisa Membuat Anda Lebih Kebal Lebih Lama

oleh

Infeksi Ringan Covid-19

Infeksi Ringan Covid-19 (Gambar: Pixabay/Shafin_Protic)

Banyak laporan menyebutkan bahwa jika anda terinfeksi virus penyebab Covid-19 dan anda sembuh, maka anda berarti cukup kebal. Asumsi ini juga menjadi salah satu alasan mengapa anda tidak perlu untuk terburu-buru divaksin.

Namun alasan ini juga membuat beberapa orang bertanya-tanya, jika iya mengapa masih ada orang yang terinfeksi kembali? Lebih jauh ada juga yang bertanya, seberapa kebal setelah infeksi Covid-19?

Peneliti dari sekolah kedokteran Washington University baru-baru ini mengungkap mengenai hal tersebut. Mereka menemukan bahwa tubuh seseorang dapat membuat antibodi, bahkan terdeteksi setelah 11 bulan terinfeksi. Hal ini cukup menjawab mengapa beberapa orang kembali terinfeksi meskipun sudah terkena Covid-19 sebelumnya.

Bagaimana Infeksi Ringan Covid-19 Bisa Membuat Anda Kebal?

Penelitian gabungan dari Washington University melakukan pemantauan terhadap 77 relawan yang telah terinfeksi Covid-19 sebelumnya. Para peneliti memeriksa sampel darah relawan tersebut tiga bulan setelah terpapar virus tersebut.

Menariknya dari banyaknya relawan tersebut, hanya enam orang saja yang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara lainnya merupakan orang yang terpapar Covid-19 dan hanya mendapat kasus ringan.

Peneliti juga mengambil sampel sumsum tulang dari 18 partisipan tujuh sampai delapan bulan setelah infeksi untuk melihat perubahannya. Sebanyak lima orang dari jumlah tersebut memberikan sampel sumsum tulang empat dan lima bulan setelahnya. Sebagai perbandingannya, peneliti juga mengambil sumsum tulang dari 11 partisipan yang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Hasilnya adalah darah relawan yang telah terinfeksi Covid-19 memang memiliki antibodi yang turun secara drastis pada bulan-bulan awal. Namun grafiknya setelah itu cenderung mendatar, bahkan antibodi Covid-19 masih terdeteksi sampai 11 bulan kemudian.

Lalu peneliti juga menemukan bahwa 15 dari 18 partisipan juga ditemukan antibodi untuk melawan Covid-19 sampai delapan bulan lebih setelahnya. Bahkan antibodi ini terdeteksi juga pada relawan yang memberikan sumsum tulang mereka yang kedua empat dan lima bulan setelahnya.

Antibodi yang terbentuk khusus untuk melawan Covid-19 justru tidak terdeteksi pada 11 partisipan yang belum terinfeksi virus tersebut sebelumnya. Dengan kata lain, sel antibodi yang terbentuk memiliki jangka waktu lama dan berguna untuk melindungi dari infeksi virus penyebab Covid-19.

Perlindungan Dasar dari Infeksi Kembali

Ali Ellebedy, PhD assosiat professor pathologi dan immunologi mengatakan meskipun antibodi turun seiring perjalanan waktu, namun bukan berarti hal tersebut mengkhawatirkan. “Sel-sel ini tidak membelah. Mereka diam, hanya duduk di sumsum tulang dan mengeluarkan antibodi. Mereka telah melakukan itu sejak infeksi teratasi dan mereka akan melakukannya tanpa batas waktu”, katanya.

Kesimpulan tersebut tertuang pada penelitian berjudul “SARS-Cov-2 Infection Induces Long-Lived Bone Marrow Plasma Cell in Humans.” Penelitian ini diterbitkan oleh jurnal Nature.

Sumber: Science Alert

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.