Koalisi Gemuk Prabowo Gibran, Koalisi Bagi-bagi?

by -367 Views
Koalisi Gemuk Prabowo Gibran
Koalisi Gemuk Prabowo Gibran

Pemilu sudah selesai dilaksanakan dan proses penghitungan suara oleh KPU pun sudah berjalan. sejauh ini 63,9 persen suara susah masuk. Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Gibran unggul telak diatas 50 persen dari dua pasangan lainnya.

Bisa diamati di situs resmi KPU, Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran mendapatkan suara sebesar 57,46 persen. Pasangan Anis-Muhaimin mendapatkan 24,68 persen. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud hanya mendapat 17,86 persen.

Dengan hasil diatas kemenangan Capres-Cawapre Prabowo-Gibran pun semakin dekat. Kemenangan mereka tinggal menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU saja.

Gerak Cepat Membentuk Koalisi Gemuk

Menang telak di pemilihan presiden, bukan jaminan Prabowo-Gibran dapat menjalankan pemerintahan dengan mulus. Mereka membutuhkan dukungan dari DPR untuk memuluskan setiap program yang disusun selama menjabat.

Tidak ingin pemerintahannya selalu dijagal oleh keputusan DPR, Prabowo-Giban pun gerak cepat melobi banyak pihak untuk bergabung ke dalam koalisi gemuknya.

Pihak Pihak yang Diajak Gabung Ke Koalisi Gemuk Prabowo-Gibran

Sebelum pemilu diselenggarakan, Partai Demokrat sudah lebih dulu bergabung ke koalisi gemuk Prabowo-Gibran. Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Girbran Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno, Prabowo Subianto siap untuk mengajak PDI Perjuangan bergabung ke dalam koalisi gemuk.
Selain demokrat dan PDI Perjuangan, partai lain yang diprediksi bakal gabung adalah partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Koalisi Gemuk, Anggarannya Juga Gemuk.

Koalisi Gemuk, dari namanya saja sudah terlihat banyak partai yang bakal diajak. Jabatan baru pun kemungkinan bakal diada-adakan supaya semua anggota kolaisi kebagian. Anggaran untuk menggaji pejabat pejabat yang tergabung dalam koalisi bisa dipastikan akan naik juga.

Semoga saja, anggaran untuk subsidi bagi rakyat tetap aman. Jangan sampai karena untuk membiayai koalisi gemuk ini, uang untuk BLT, Subsidi BBM serta kartu-kartu jaminan lainnya jadi berkurang.

Jika rata rata gaji 1 menteri 18 juta, bisa diperkirakan berapa anggaran yang dihabiskan untuk menggaji koalisi gemuk dari prabowo-Gibran dimasa mendatang. yang punya suara tetap nganggur, orang partai justru banyak yang dapat pekerjaan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *