Lebih Dari 1000 Jamaah Haji Meninggal, Ini Penyebab dan Tips Atasinya

by -119 Views

Lebih dari 1.100 jemaah telah meninggal selama musim ibadah haji tahun ini di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi mengklaim bahwa ini bukan karena kegagalan mereka dalam mengelolanya. Seorang pejabat senior Arab Saudi menyatakan bahwa lebih dari 1.100 jemaah meninggal karena cuaca yang sangat panas. Pertama kali dalam beberapa waktu, pemerintah mengomentari kematian ini dan mengatakan bahwa negara tidak keliru, tapi ada kesalahan penilaian dari masyarakat terhadap risiko ini.

Jamaah Haji Yang Meninggal Sebagian Besar Tidak Terdaftar Secara Resmi

Menurut laporan AFP, sebanyak 1.119 orang meninggal, lebih dari setengahnya berasal dari Mesir. Pejabat senior Arab Saudi menyatakan bahwa ada 577 kematian dalam dua hari terakhir haji yang paling sibuk, terutama saat para jemaah berkumpul di Padang Arafah dan melempar jumrah di Mina. Mereka menjelaskan bahwa kematian ini terjadi karena cuaca yang buruk dan suhu yang sangat ekstrem.

Jamaah Haji Meninggal karena cuaca panas
Jamaah Haji Meninggal karena cuaca panas (sumber foto: instagram @Informasihaji)

Sebanyak 1,8 juta jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjalankan ibadah haji tahun ini. Setiap tahun, ada puluhan ribu jemaah yang mencoba melakukan haji ilegal karena mereka tidak mampu membayar izin resmi yang membutuhkan biaya tinggi.

Seorang pejabat Saudi mengungkapkan bahwa mereka memperkirakan sekitar 400.000 jemaah haji yang tidak terdaftar secara resmi, dan sebagian besar dari mereka berasal dari Mesir. Dalam laporan terbaru, terdapat 658 warga Mesir yang meninggal di Saudi, dan sebanyak 630 di antaranya adalah jemaah haji ilegal.

Suhu Panas Ekstrim Jadi Penyebab Banyak Jamaah Haji yang Meninggal

Pusat meteorologi nasional Saudi melaporkan bahwa suhu terpanas pekan ini mencapai 51,8 derajat Celsius di Masjidil Haram di Makkah. Penelitian di Saudi menunjukkan bahwa suhu udara di wilayah tersebut meningkat sebesar 0,4 derajat Celsius setiap dekade. Dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti ini, jemaah haji harus waspada, karena suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti serangan panas.

Sebagai informasi tambahan, heatstroke adalah kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh meningkat secara drastis dalam waktu singkat. Serangan panas ini dapat mengakibatkan kegagalan organ, kerusakan fungsi kognitif, kecacatan, dan bahkan kematian jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Tips Mengatasi Cuaca panas Ketika Sedang Menjalankan Ibadah Haji di Arab Saudi

Dengan demikian, seorang epidemiolog dan ahli kesehatan global bernama Dicky Budiman membagikan beberapa tips pencegahan untuk menghindari serangan panas. Pertama, jika merasa pusing, lelah, atau mual, segera cari tempat teduh dan minum air. Kedua, basahi tubuh dengan air dingin untuk menurunkan suhu tubuh. Ketiga, kenali tanda-tanda serangan panas seperti kulit merah, panas, kering, dan denyut nadi yang cepat. Jika tanda-tanda ini muncul, segera minta bantuan medis.

Dicky juga memberikan beberapa langkah khusus yang harus diikuti saat mengunjungi lokasi khusus di Mekah. Hindari keluar ruangan ketika suhu sedang sangat panas di tengah hari, manfaatkan fasilitas AC di masjid atau tempat penginapan, dan gunakan alas kaki untuk melindungi kaki dari permukaan yang panas.

Di Arafah, gunakanlah payung besar atau tenda ber-AC saat berdoa di Padang Arafah, bawa botol semprotan air untuk menyegarkan diri, dan pastikan ada ventilasi yang baik di dalam tenda. Sedangkan di Mina, jaga kebersihan di sekitar tenda dan tempat tidur, pastikan ada ventilasi yang baik di dalam tenda, dan hindari berada di luar tenda terlalu lama saat cuaca sedang sangat panas. Terakhir, saat di Muzdalifah, bawa alas tidur yang nyaman, ringan, dan tahan panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *