Mengapa Vaksinasi Covid-19 dilakukan di Pagi Hari? Ini Alasannya

oleh

Mengapa Vaksinasi Covid-19 dilakukan di Pagi Hari

Mengapa Vaksinasi Covid-19 dilakukan di Pagi Hari (Gambar: Pixabay/fancycrave1)

Program vaksinasi yang dijalankan oleh pemerintah sudah menyentuh tenaga kesehatan, aparatur pemerintah, lansia dan terakhir pekerja perusahaan (vaksin Gotong Royong). Bahkan beberapa daerah sudah mulai membuka opsi untuk turut serta memvaksinasi pengantar lansia.

Akan tetapi program vaksinasi ini dilaksanakan mulai dari pagi sampai sore hari. Tidak ada rumah sakit yang membuka layanan vaksinasi Covid-19 di malam hari atau bahkan tengah malam. Tidak seperti layanan pemeriksaan PCR atau antigen atau bahkan pemeriksaan GeNose yang tersedia dimana saja dan bisa diakses kapan saja.

Mungkin anda mengira bahwa itu terkait dengan jam istirahat petugas kesehatan, dimana hal tersebut memang cukup masuk akal. Petugas kesehatan yang khusus melakukan vaksinasi massal Covid-19 tentu sangat lelah jika harus melakukan vaksinasi di malam hari. Belum lagi jika dihadapkan dengan kesehatan petugas itu sendiri, tentu masuk akal jika tidak ada vaksinasi Covid-19 di malam hari.

Mengapa Vaksinasi Covid-19 dilakukan di Pagi Hari ketimbang Malam Hari

Kedua alasan tersebut memang masuk akal, namun bisa jadi kurang tepat juga. Mengapa? mengutip dari Science Alert dan The Conversation (4/6/21) terdapat perbedaan respon imun tubuh ketika pagi dan malam hari.

Adalah dr Annie Curtis dari Royal College of Surgeon Dublin, Irlandia, menyatakan bahwa tubuh manusia terdapat “jam tubuh”. Tubuh kita mengandung banyak sel yang hidup sesuai dengan fungsi dan “jam kerjanya”. Hal inilah yang bisa mempengaruhi sel tubuh termasuk sel imun.

Menurutnya, ketika malam hari sel imun kita memproduksi zat melatonin, dimana sel ini diproduksi ketika kita lelah. Sel ini menandakan bahwa tubuh kita memerlukan istirahat atau tidur ketika malam hari.

Sel imun dalam tubuh kita pada dasarnya tahu apa yang harus dilakukannya ketika malam hari tiba. Ia membangun memori selama seharian, termasuk didalamnya mengenai infeksi, untuk nantinya ia aktifkan lagi pada hari berikutnya. Inilah yang lalu menjamin bahwa tubuh kita terlindungi oleh sistem imun yang sudah dibangun dalam tubuh sebelumnya.

Siklus inilah yang mendasari mengapa vaksinasi lebih utama dilakukan pada pagi hari atau tengah hari. Dalam tulisannya ia juga merujuk beberapa penelitian seperti vaksinasi influenza pada tahun 2016.

“Sebagai contohnya, pada tahun 2016 terdapat percobaan terhadap 250 orang dewasa di atas usia 65 tahun menunjukkan bahwa vaksinasi influenza antara jam 9 sampai 11 pagi lebih merespon antibodi ketimbang vaksinasi yang dilakukan ketika jam 3 sampai 5 sore.” Kata dr Annie Curtis.

Tidur Juga Kunci Vaksinasi

Salah satu kunci lain yang memainkan peran vaksinasi dalam konteks waktu adalah tidur. Menurut dr Annie Curtis ketika tidur tubuh kita sebetulnya menyerap berbagai “informasi” untuk melindungi tubuh ketika siang hari. Artinya waktu tidur juga mempengaruhi efikasi vaksinasi pada tubuh seseorang.

“Masih belum bisa dipahami mengapa tidur meningkatkan respon vaksin, tapi mungkin karena jam tubuh kita secara langsung mengontrol fungsi dan lokasi sel imun selama tidur. Jadi misalnya, (vaksin) mengirimkan sel-sel kekebalan ke kelenjar getah bening kita saat tidur untuk belajar tentang infeksi apa yang ditemui pada siang hari dan untuk membangun “memori” ini.” Ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.