Santri Meninggal di Ponpes Hanifiyah Kediri, Pelaku Simpan Jenazah Korban 2 Hari

by -200 Views
santri meninggal di ponpes al hanifiyah kediri
santri meninggal di ponpes al hanifiyah kediri

Para pelaku simpan jenazah korban hingga 2 hari. Itulah salah satu tindakan tidak manusiawi dari para pelaku pengeroyokan santri di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyah di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. selain itu Para korbanĀ  juga dianiaya sejak 3 hari sebelum meninggal.

Fakta Bahwa Korban Sudah Meninggal Disembunyikan Selama 2 Hari

Entah apa yang terlintas di pikiran pelaku penganiayaan Bintang Bilqis Maulana. Keempat pelaku itu menempatkan jenazah santri asal Banyuwangi tersebut di asrama ponpes bersama 15 santri lainnya selama lebih dari 48 jam. Bahkan, salah satu tersangka sempat mengganti baju pada jenazah korban seolah masih hidup.

Keluarga besar almarhum Bintang Bilqis Maulana di Desa Kedunglembu, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur sangat geram dan marah dengan tindakan ini. Remaja berusia 14 tahun itu bukan hanya menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan, tetapi juga korban perlakuan tidak manusiawi.

Bintang Bilqis Maulana diduga telah meninggal sejak Rabu, 21 Februari 2024 setelah dianiaya oleh keempat pelaku. “Seorang tersangka, Fatah, mengakuinya ketika kami mendesaknya. Awalnya dia tidak mengaku, tetapi akhirnya mengaku,” ujar Aswati, kerabat korban.

Jenazah Korban Meninggal di Ponpes Al Hanifiyah Kediri Ditidurkan dan Diganti Baju Agar Dikira Masih Hidup

Fatah sebenarnya sudah mengetahui bahwa pelajar Mts Sunan Kalijogo tersebut telah meninggal dunia. “Ditidurkan, digantikan pakaiannya, diselimuti sarung,” kata Aswati mengulangi cerita Fatah saat ditanyai oleh keluarga besar Bintang Bilqis Maulana. Ironisnya, para tersangka baru membawa Bintang Bilqis Maulana ke rumah sakit di Ngadi Luweh pada hari Jumat, 23 Februari 2024 setelah korban meninggal selama 2 hari.

“Berarti seluruh penghuni asrama, 15 santri, tinggal bersama jenazah almarhum selama 2 hari (48 jam). Apakah ini manusiawi?” geram Aswati kepada Banyuwangi.viva.co.id. Keluarga besar almarhum semakin marah dan membombardir pertanyaan mengenai tindakan para pelaku saat mereka dibawa ke Polsek Glenmore.

Pelaku Pengeroyokan Mengancankan Santri Lain di ponpes al Hanifiyah Untuk Tidak Melapor.

“Fatah mengatakan bahwa seluruh santri lainnya tidak berani melapor karena diancam oleh para pelaku,” jelas Aswati ketika dihubungi di rumahnya. Pengasuh ponpes sempat mencurigai keberadaan Bintang Bilqis Maulana pada Fatah karena dia tidak mengikuti beberapa kegiatan di ponpes dan tidak pergi ke sekolah.

“Fatah mengatakan bahwa almarhum sedang sakit asam lambung, jadi memilih untuk tidur saja di asrama,” ungkap Asawati menirukan cerita Fatah. Berdasarkan pengakuan ini, sangat kuat dugaan bahwa Bintang Bilqis Maulana telah menjadi mayat dua hari sebelum dibawa ke rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *