Ledakan Suara PSI di Sirekap, Ada Kecurangan?

by -188 Views
Yuk Viralkan

ledakan suara psi indikasi kecurangan
ledakan suara psi indikasi kecurangan

Pada awal proses penghitungan suara di kpu, harapan PSI untuk lolos masuk ke senayan tipis. Penyebabnya, PSI cuma memperoleh suara sebesar 2 persenan. Padahal ambang batas bagi suatu partai untuk bisa masuk ke senayan adalah 4 persen. Itulah sebabnya Grace Natalie sempat mengusulkan dibentuknya fraksi baru untuk menampung wakil dari partai yang tidak lolos Parliamentary Threshold.

Harapan PSI untuk masuk ke senayan, tiba tiba makin besar. Ini karena pada perhitungan suara real count KPU di sirekap, partai yang dipimpin oleh Kaesang ini mendadak naik. Yang awalnya hanya 2 persenan kini suara PSI di atas 3 persen. Apa yang menyebabkan suara PSI mendadak naik ini? Bagaimana respon berbagai pihak terkait kenaikan drastis suara psi tersebut? Apa ini indikasi ada kecurangan? Berikut ini informasi lengkapnya.

Perolehan Suara PSI meroket Dalam 3 hari

Dari tanggal 29 Maret Hingga 2 Februari, Perolehan suara PSI meroket. Yang awalnya hanya 2.86 Persen, tiba tiba melonjak menjadi 3.13 persen. Jika dikonversi ke jumlah suara real, dalam 3 hari tersebut suara PSI naik sebanyak 230.361 suara. Kenaikan jumlah TPS yang selesai dihitung padahal hanya 2240 TPS saja.

Sementara itu, partai partai lain, penambahan atau pengurangan suaranya cukup stabil. Bahkan ada satu partai yang terus mengalami penurunan. Parta tersebut adalah PPP yang suaranya cenderung turun. PPP pun perlu waspada kalau kalau tempatnya di senayan diambil alih oleh PSI.

Partai Lain Persentase Perubahan Suaranya Smooth, Kenapa PSI Melonjak Tiba-Tiba?

Lonjakan perolehan suara real count KPU selama 3 hari terakhir dari PSI ini juga menjadi sorotan Guru besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta, Burhanudin Muhtadi. Melalui akun media sosial X (dulunya Twitter), Burhanuddin menyoroti perolehan suara PSI yang tiba tiba melonjak dalam 3 hari.

Lewat Tweetnya tersebut, dia juga membandingkan dengan perolehan suara PKB serta partai lain yang perubahannya smooth. Menurut dia, ketika perhitungan suara KPU sudah dapat banyak, kenaikannya seharusnya smooth tidak tiba-tiba. Burhanuddin pun mencatat, selain PSI, kenaikan suara partai Gelora juga signifikan. Meski terjadi lonjakan, Burhanuddin tidak serta merta menuduh ada kecurangan.

Lembaga Survei Menyebut Lonjakan Suara Psi Sebagai Anomali

Petinggi lembaga lembaga survei juga ikut mengomentari lonjakan suara psi ini. Salah satunya adalah Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Menurutnya, lonjakan suara PSI ini termasuk anomali karena berbeda dengan quick count dari semua lembaga survei. Menurutnya selama ini belum pernah ada lonjakan suara yang berbeda jauh dengan hasil yang didapat oleh PSI ini. Pangi pun mengkhawatirkan ada pihak pihak yang punya kewenangan dan melakukan penggelembungan suara untuk PSI tersebut. Apalagi, pelaku kecurangan juga jarang ada yang mau mengusut karena tidak ada bayarannya.

Jika PSI Lolos Ambang Batas 4 Persen, Bisa Memicu Kekacauan

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, mengungkapkan hasil Quick count PSI di berbagai lembaga survey, paling tinggi hanya 2.8 persen saja. Jika suara PSI nantinya melonjak hingga mencapai 4 persen, maka akan memicu kekacauan. Lonjakan Suara PSI bisa membuat rakyat tidak lagi percaya pada lembaga lembaga survei dan KPU itu sendiri. Wah gawat juga ya. Persoalan pilpres saja belum selesai. Masih ada yang mencoba untuk menggunakan hak angket di DPR. Ini ditambah lagi dengan lonjakan suara PSI yang bisa memicu aksi yang sama.

Menurut kamu lonjakan suara yang mendapat tambahan 2 juta suara lebih hanya dalam 3 hari tersebut normal tidak?

 


Yuk Viralkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *