Diajak Nikah Pria Cina Kaya? Stop, Ini Modus Tipu-Tipunya

by -294 Views

Biasanya penipuan itu bentuknya investasi atau jual beli. Namun sekarang, ada satu bentuk penipuan lagi yang tujuannya untuk mendapatkan anak. Banyak pria cina saat ini kesulitan untuk mendapatkan pasangan. Oleh karena itu, mereka mencari istri dari negara lain termasuk indonesia.

foto modus penipuan pernikahan yang dialakukan warga cina
Foto modus penipuan pernikahan yang dialakukan warga cina (sumber foto pixabay)

Banyak wanita asal indonesia yang jadi korban modus penipuan pernikahan ini. Dijanjikan dinikahi oleh pria mapan berpenghasilan tinggi dari cina, ternyata mereka mendapatkan suami yang pekerjaanya petani, buruh kasar dan bahkan pengangguran. Seperti apa modus penipuan pernikahan ini? Apa saja yang bakal terjadi pada korban? Berikut Ini info lengkapnya.

Paspor Ditahan Agar Wanita Tidak Bisa Kabur

KBRI Beijing memberikan peringatan, kepada warga negara Indonesia, diminta agar tetap waspada terhadap kasus penipuan berkedok pengantin pesanan (mail order bride) yang terjadi di China. Terdapat kejadian dimana paspor seorang perempuan WNI ditahan oleh suaminya yang merupakan warga negara China agar sang perempuan tidak dapat melarikan diri.

Modus lain dalam kasus pengantin pesanan di China ini adalah pelaku menjanjikan uang mas kawin sebesar Rp 20 juta kepada korban, serta mengklaim bahwa calon suami memiliki status ekonomi yang baik. Namun kenyataannya, calon suami tersebut bekerja sebagai buruh kasar bahkan pengangguran.

KBRI Beijing dengan tegas menyatakan kepada warga negara Indonesia untuk tidak menyerahkan paspor kepada pihak lain, termasuk pasangan mereka yang merupakan warga negara asing. Hal ini dilakukan agar terhindar dari penahanan paspor yang berpotensi menyebabkan sang perempuan tidak bisa kabur.

Proses pengantin pesanan ini melibatkan sindikat biro jodoh yang beroperasi di China dan Indonesia, yang mencari calon korban di berbagai kota di Indonesia. Mayoritas korban berasal dari provinsi Kalimantan Barat, Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Langkah-Langkah Pencegahan Oleh KBRI Beijing

KBRI Beijing telah melakukan pertemuan dengan instansi berwenang baik di Beijing maupun di provinsi dengan tingkat pernikahan antara warga negara China dan perempuan WNI yang tinggi. Mereka meminta instansi tersebut untuk melaporkan setiap permohonan perkawinan kepada KBRI Beijing agar dokumen perkawinan yang dibawa oleh perempuan WNI dapat diverifikasi keabsahannya. KBRI Beijing juga senantiasa mengimbau perempuan WNI yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga untuk melapor ke polisi setempat dan mengumpulkan bukti-bukti.

Dinikahi Petani, Pekerja Kasar Hingga Pengangguran

Awalnya wanita wanita asal indonesia tersebut tertarik untuk menikahi pria pria cina karena mereka dijanjikan akan dinikahi oleh pria mapan. Namun ternyata, mereka dinikahi rata rata oleh pria yang berprofesi sebagai petani, buruh, pekerja kasar hinggga pengangguran.

Rata rata para wanita baru mengetahui, status ekonomi pria cina yang menikahi mereka setelah proses pernikahan berlangsung. Jika sudah begitu, sulit bagi si wanita untuk kabur karena paspor mereka ditahan. Disamping itu, jika ingin membatalkan pernikahan, wanita juga harus membayar ganti rugi sejumlah tertentu.

Suami Cina Tidak Kooperatif Saat Diminta Bebaskan Korban

Para suami warga negara China umumnya tidak kooperatif dalam menyelesaikan masalah ini, terutama dalam mengembalikan paspor milik sang istri WNI. Mereka berdalih telah mengeluarkan biaya besar untuk menikahi perempuan WNI dan khawatir sang istri akan melarikan diri kembali ke Indonesia jika paspor diserahkan kepadanya. Instansi berwenang di China juga cenderung memperlakukan laporan pengaduan ini sebagai masalah rumah tangga dan enggan turut terlibat.

KBRI Beijing selalu merespons laporan pengaduan dari perempuan WNI yang menjadi korban pengantin pesanan.  Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan sesuai dengan hukum setempat yang berlaku. KBRI Beijing,  berkoordinasi dengan instansi berwenang setempat untuk mencari penyelesaian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perempuan WNI tersebut. Terkait dengan peningkatan jumlah pernikahan antara WNI dan warga negara China serta pengajuan Surat Keterangan Lajang di tahun 2023, KBRI Beijing mencatatkan 43 laporan kasus pengantin pesanan.

Korban Mengalami Kekerasan Fisik Hingga Dipaksa Ikut Program Hamil

Rupanya modus pernikahan pesanan ini sudah ada juga sejak tahun 2023 lalu. Salah satu korbannya adalah arum. Menurutnya, ia menyetujui untuk menikah dengan pria cina karena dijanjikan sejumlah uang. Kebetulan waktu itu, ia sedang mengalami kesulitan keuangan sehabis bercerai dengan suaminya.

Ketika menikah dengan orang cina, ternyata disana dia seperti disekap, makan dibatasi dan tidak boleh keluar. Ketika kabur dan lapor ke kantor polisi setempat, ia justru di jemput oleh bos sindikat. Akhirnya ia di kembalikan ke apartemen suami. Lebih miris lagi, ternyata kebanyakan korban dibujuk oleh orang yang sudah dikenalnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *