Bagaimana Negara Memandang tentang Aborsi?

oleh -52 views

Hukum aborsi yang legal juga ada pembagiannya yaitu mengacu pada KUHP atau kitab undang-undang Hukum Pidana dan UU NO 36 Tahun 2009 tentang kesehatan

  1. Hukum Aborsi Legal berdasarkan KUHP

Untuk mengetahui hukum aborsi menurut KUHP secara garis besar bahwa aborsi ini tidak diperkenankan untuk dilakukan seorang perempuan jadi KUHP lebih cendrung untuk memperhatikan keselamatan janin yang nanti akan lahir. Hukum aborsi berdasarkan KUHP ini terbagi atas beberapa pasa:

  • Pasal 75. Inti dari pasal 75 ini mengartikan bahwa sebuah tindakan aborsi tetap tidak diperkenankan dan tidak dilegalkan tanpa pengecualian. Berdasarkan pasal ini KUHP dengan tegas menolak adanya pembenaran atau pelegalan atas aborsi.
  • Pasal 341 Dan 342. Secara garis besar pada pasal ini menjelaskan bahwa hukum aborsi terletak dalam segi waktu dilakukannya perbuatan aborsi, jadi hal tersebut dilakukan bukan karena aborsi namun karena pembunuhan terhadap anak. Hal ini yang menjadikan tidak dibenarkannya aborsi.
  • Pasal 229, 346, 347, 348, 349 dan 535. Dalam ketentuan hukum berdasarkan pasal ini bahwa tindakan aborsi merupakan sebuah tindakan kriminal dan hal tersebut termasuk kedalam tindakan kejahatan yang mengancam nyawa. Jadi aborsi pada pasal diatas tetap tidak ada pelegalan dalam alasan apapun.

Kesimpulan Hukum Legal Aborsi Berdasarkan KUHP

Dengan mengacu pada KUHP pasal 48 hukum aborsi tidak bisa dibenarkan dalam hal apapun. Hukum ini menguatkan alasannya dengan anak yang masih terkandung tetap mendapatkan halĀ  hidup serta mendapatkan hak dalam perlindungan hukum.

  1. Hukum Aborsi Legal Berdasarkan UU NO 36 tahun 2009 Tentang kesehatan

Dalam undang-undang ini yang disahkan menggantikan UU NO 23 tahun 1992 menjelaskan tentang dibenarkannya atau diperbolehkan melakukan sebuah tindakan aborsi dengan alasan atau pertimbangan untuk keselamatan jiwa ibu dan juga janin maka boleh.

Hal tersebut juga telah mendapatkan persetujuan hukum jika alasan yang ada berdasarkan pertimbangan medis. Itu berarti ada hak dokter dalam melakukan tindakan aborsi yang tentunya dengan pertimbangan sesuai yang dijelaskan diatas. Namun ada indikator yang harus dipenuhi berdasarkan undang-undang ini diantaranya:

  • Berdasarkan indikasi medis. Jika memang sangat diharuskan aborsi untuk dilakukan demi keselamatan ibu hamil maka bisa dilakukan.
  • Ditangani oleh tenaga profesional. Hal ini maksudnya bukan sembarang dokter yang menangani atau diperbolehkan untuk melakukan tindakan aborsi. Namun, haruslah yang berpengalaman dan ahli dalam bidang kebidanan dan kandungan.
  • Dengan persetujuan ibu hamil dan seluruh keluarga. Untuk melakukan tindakan ini semua anggota keluarga terutama suami wajib untuk menyetujui jika ingin dilakukan proses aborsi lebih lanjut.
  • Sarana kesehatan lengkap. Pada sarana kesehatan yang digunakan harus yang memiliki fasilitas yang lengkap. Jadi jika terjadi sesuatu bisa langsung dilakukan tindakan yang membuat selamat sang ibu hamil.

Aborsi Yang Ilegal

Aborsi yang ilegal merupakan jenis aborsi yang dilakukan tanpa melalui jalur hukum, obat penggugur kandungan dan dengan alat yang memadai. Biasa dilakukan oleh dukun bayi atau dokter praktek yang curang dalam menjalankan amanah sebagai dokter tanpa memperhatikan keselamatan jiwa. Dalam aborsi yang ilegal ini ada beberapa hukum:

  1. Hukum Aborsi Ilegal Berdasarkan KUHP

KUHP dalam pasal manapun dengan tegas tidak melegalkan mengenai hukum aborsi ini. Dilakukan secara legal saja tetap tidak dibenarkan apalagi jika dilakukan secara tidak legal. Jika ada yang melakukan aborsi ini maka pelaku akan mendapatkan hukuman tegas diancam penjara dan denda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *