Belajar Dari Kisah Retno, Mahasiswi Cumlaude Berprestasi yang Lahir Dari Orangtua Tunanetra

oleh
Belajar Dari Kisah Retno, Mahasiswi Cumlaude Berprestasi yang Lahir Dari Orangtua Tunanetra
Pixabay.com

JOGJAPOST – Inilah sosok Retno Puji Astuti, Wanita kelahiran Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlahir dari sepasang suami istri Tunanetra bernama Wakijo dan Supri Mulyani. Retno merupakan anak kedua dari 3 bersaudara, sejak kecil, dia sudah terbiasa hidup mandiri bersama kakak dan adiknya untuk membantu kedua orangtua mereka.

Mengintip Perjuangan Retno  yang Berhasil Memperoleh Beasiswa Kuliah dan Lulus Cumlaude

Retno Puji Astuti adalah mahasiswa berprestasi yang berhasil lulus kuliah di Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) dengan predikat cumlaude. Prestasinya pun membanggakan, sebab dia berhasil memperoleh IPK 3,72. Selama Kuliah, Retno mendapatkan beasiswa yayasan dan fasilitas asrama, hingga berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.

Semenjak lulus SMA pada tahun 2011, Retno yang telah memiliki tabungan dari beasiswa yang ia dapatkan sejak kelas 5 SD melanjutkan kuliah anterpreneur selama setahun untuk modal kerja. Setelah lulus kuliah anterpreneur, Retno yang sejak kecilnya sudah mencari uang sendiri, akhirnya pergi mencari kerja ke Jakarta selama setahun.

Setelah setahun berada di Jakarta, kemudian dia pun kembali lagi ke Jogja untuk mencari pekerjaan lain. Kemudian pada tahun 2014, Retno yang bercita-cita ingin menjadi bidan pun mendapat angin segar yang membahagiakan, sebab ia mendapatkan tawaran beasiswa untuk bersekolah menjadi seorang bidan di Akademi Kebidanan Yogyakarta dari guru SMAnya.

Tanpa berpikir panjang, Retno pun langsung menyetujui tawaran gurunya dan mengikuti tes yang disediakan Akademi Kebidanan Yogyakarta. Kemudian pada tahun 2017 ia pun perhasil lulus dari program diploma Ilmu Kebidanan dengan predikat cumlaude dan memperoleh beasiswa penuh saat kuliah. Tak hanya itu, ia juga langsung mendapatkan pekerjaan sebagai staf laboratorium kampus.

Meski terlahir dari orang tua tunanetra, semangat juang Retno untuk meraih cita-citanya pun sangat gigih. Ia selalu tekun bekerja dan tak pernah mengeluh, karena tak ingin merepotkan kedua orangtuanya. Ayahnya yang mengalami Tunanetra sejak usia 8 tahun hanya bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Sedangkan ibunya yang mengalami  Tunanetra sejak kecil, hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa.

Setelah berjuang keras sekian lama, saat ini Retno sudah berhasil meraih impiannya yaitu menjadi seorang bidan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sekaligus bisa berkontribusi untuk masyarakat. Prestasi yang diraih Retno sangat membanggakan, dan dia pun berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu menjadi mahasiswa berprestasi, mendapatkan beasiswa kuliah dan lulus cumlaude.

Retno Puji Astuti merupakan satu dari sekian banyak anak yang terlahir dari pasangan suami istri Tunanetra yang berhasil meraih prestasi membanggakan. Dengan bakat dan potensi yang dimiliki, Retno pun berhasil merasakan kuliah gratis alias tanpa biaya yang diimpikan banyak orang. Keberhasilan yang berhasil diraih Retno tentunya tentunya sangat menginspirasi.

Dari kisah perjuangan  Retno untuk mewujudkan cita-citanya, banyak pelajaran hidup  yang dapat diambil untuk dijadikan cambuk penyemangat untuk kehidupan mendatang. Salah satunya adalah “kesuksesan akan bisa diraih jika berhasil melalui proses panjang yang membutuhkan semangat juang yang tinggi, ketekunan, kesabaran, yang diiringi oleh sikap tidak mudah mengeluh saat menjalankan proses tersebut, karena kesuksesan itu dilihat dari proses bukan hasil”.

Demikianlah kisah Retno Puji Astuti, seorang bidan lulusan Cumlaude dari prodi Ilmu Kebidanan  Akademi Kebidanan Yogyakarta yang terlahir dari orangtua Tunanetra. Semoga kisah ini bisa menginspirasi. Jangan pernah menyerah meraih mimpi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *