Mengapa Virus Covid-19 Varian Delta Mudah Menyebar? Ini Alasannya

oleh

Mengapa Virus Covid-19 Varian Delta Mudah Menyebar

Mengapa Virus Covid-19 Varian Delta Mudah Menyebar (Gambar: Pixabay/Geralt)

Penyebaran COVID-19 akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan dan selalu bertambah setiap harinya. Selain faktor mobilitasi, mutasi genetik varian virus Covid-19 disinyalir juga memainkan peran penting. Namun sejauh mana hal tersebut berbahaya bagi manusia, kenyataannya belum terdapat data mengenai hal tersebut.

Virus COVID-19 varian Delta banyak dikaitkan dengan hal ini. Varian yang kabarnya sudah menjadi dominan di Indonesia ini memang disinyalir sebagai salah satu penyebab melonjaknya jumlah kasus. Varian Delta ini oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah ditetapkan sebagai variant of concern dikarenakan penyebarannya yang masif.

Mengapa Virus Covid-19 Varian Delta Mudah Menyebar?

Naiknya jumlah kasus dan munculnya berbagai klaster penularan membuat varian Delta ini nampaknya mudah sekali menyebar. Namun, bagaimana kita memahami mengapa virus COVID-19 varian Delta ini mudah sekali menyebar? Setidaknya ada dua jawaban yang berhasil kami himpun sejauh ini.

  1. “Kemampuan Puncak”

Mengutip dari Science Alert (24/6/21), bahwa virus Covid-19  adalah mutasi paling buruk sekaligus mutasi puncak dari kemampuan virus ini. Epidemiolog dan Virolog asal Italia, Eric Topol dan Roberto Burioni menyebut bahwa kemampuan varian ini ada pada sifat strain virusnya. Sifat strain virus Delta ini adalah mudah menang dengan strain lain, menjadi dominan dan hanya sesekali mengalami variasi mutasi.

Dalam jurnalnya yang dipublikasikan oleh Nature mereka menyebut bahwa “sebuah varian final akan berlaku dan menjadi strain dominan, sesekali hanya mengalami variasi minimal”. Mereka menyebut ini untuk menggambarkan skenario varian virus Covid-19 tersebut.

Epidemiolog dari Pennsylvania State University (AS), Andrew Read menyatakan bahwa varian Delta ini merupakan “kemampuan puncak” dari virus Covid-19. “(varian) Delta benar-benar menuju kemampuan puncak, apakah ia akan berada di puncaknya, saya pikir masih sulit untuk dikatakan sampai kita jangan hanya melihat perubahan selanjutnya,” kata Andrew Read seperti yang dikutip oleh Science Alert (24/6/21). “Jika (varian) Delta mengambil dunia dan tidak ada perubahan, kita akan tahu dalam setahun atau lebih (varian) tersebut adalah yang paling cocok.” Tambahnya.

 

  1. Varian yang Fit adalah Yang Paling Mudah Menyebar

Virus Covid-19 sebenarnya sama dengan virus lainnya ketika mengalami mutasi genetik. Ia akan menjadi lemah atau justru semakin berbahaya berkat satu atau dua mutasi. Topol dan Buriani dalam jurnalnya mengatakan bahwa kemampuan puncak virus Covid-19 adalah kemudahan transmisinya. Selain itu strain varian ini tidak mempedulikan bagaimana respon imun tubuh dan akan mudah melompat dari satu orang ke lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada (21/6/21) bahwa varian Delta merupakan varian yang paling “fit” sejauh ini. Mereka mengingatkan ancaman terhadap virus dengan varian ini yang lebih mengancam dari yang sebelumnya.

Kenyataannya strain virus ini dikabarkan telah menyebar di 80 negara dan menjadi mutasi dominan di India, Indonesia dan Inggris. Sementara itu di Amerika Serikat terjadi lonjakan tiga kali lipat atas varian Delta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.